SMP PGRI 5 Denpasar Laksanakan PTM dengan Prokes Ketat, Siswanya Juara MC Se-Bali

  • Whatsapp
AA Gde Wiratama bersama Made Raditya Berata foto bersama siswa SMP PGRI 5 Denpasar peraih juara MC se-Bali. Foto: tra
AA Gde Wiratama bersama Made Raditya Berata foto bersama siswa SMP PGRI 5 Denpasar peraih juara MC se-Bali. Foto: tra

DENPASAR – Mulai Jumat (1/10/2021), Kota Denpasar resmi melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Beberapa sekolah sudah melakukan pembelajaran di sekolah dengan menerapkan mekanisme pembatasan, termasuk di SMP PGRI 5 Denpasar.

‘’Astungkara, hari pertama PTM Terbatas ini berjalan dengan lancar. Para siswa juga cukup antusias,’’ kata Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, I Made Raditya Berata, S.Pd., saat menerima Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, yang melakukan monitoring pelaksanaan PTM Terbatas.

Bacaan Lainnya

Raditya Berata mengatakan, sejak berangkat dari rumah hingga pulang kembali ke rumah, sekolah menegakkan prinsip disiplin protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan dalam SKB 4 Menteri dan Peraturan Wali Kota Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Pelajaran 2021/2022 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2021.

Sesampainya di sekolah, lanjut dia, siswa dan guru yang masuk area sekolah dilakukan sterilisasi oleh petugas Satgas Covid-19 tingkat satuan pendidikan dengan menyemprot sepatu dan tas menggunakan cairan disinfektan. Selanjutnya, dilakukan pengecekan suhu tubuh dan kelengkapan sekolah di era kenormalan baru seperti masker, hand sanitizer, bekal makanan dan minuman. “Jika sudah memenuhi standar sterilisasi barulah bisa memasuki area sekolah seperti biasa. Juga mengucapkan salam Om Swastiastu kepada bapak/ibu guru tanpa berjabat tangan dan tetap menjaga jarak aman,” ungkapnya.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Tambahan Kasus Positif Lebih Banyak dari Pasien Sembuh

Sebelum masuk kelas, kata Raditya Beraya, siswa wajib cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. “Di sekolah ada banyak tempat cuci tangan sehingga tidak terjadi antrian dan kerumunan,” imbuh Amin.

Untuk pelaksanaan PTM Terbatas, satu kelas diisi 50 persen dengan pengaturan bangku diberikan jarak 1,5 meter. Sisanya mengikuti PJJ atau daring. PTM Terbatas di SMP PGRI 5 Denpasar diawali siswa kelas 7A dan 7B. Mereka dibagi dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 08.00 – 10.00 Wita, dilanjutkan sesi kedua pukul 11.30 – 13.30 Wita.

“Kami selalu mengawali kegiatan belajar dengan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai bentuk penanaman karakter sebagai siswa yang religius dan nasionalis,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Denpasar yang telah memberikan kesempatan siswa di Kota denpasar untuk kembali melaksanakan PTM, sehingga orang tua maupun anak didik sangat antusias sekali mengikuti PTM ini. Pun komitmen Wali Kota Denpasar terkait pelaksanaan PPDB yang tegak lurus sesuai juknis.

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, selain mengapresiasi pelaksanaan PTM Terbatas yang dilaksanakan SMP PGRI 5 Denpasar, juga mengapresiasi prestasi yang ditorehkan siswa. Siswa berprestasi itu yakni Nadine Gg Rodeardo Hasugian siswa kelas 9B dan Ni Luh Miantini siswa kelas 9G yang meraih juara I dan harapan 2 lomba MC se-Bali. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.