Jelang Galungan, Dinas PKP Jamin Stok Babi Aman

STOK daging ayam di Gianyar Surplus. Foto: ist
STOK daging ayam di Gianyar Surplus. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kebutuhan daging babi menjelang Hari Raya Galungan kali ini relatif kecil dibandingkan populasi yang tersedia. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan(PKP)  Kabupaten Bangli mengklaim stok babi di Bangli relatif aman, bahkan surplus. Demikian disampaikan Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan  Sarma, Rabu (10/6/2026). 

Sarma menjabarkan, berdasarkan data Dinas PKP Bangli, stok babi tersedia 9.313 ekor, sedangkan kebutuhan diperkirakan 8.362 ekor, sehingga surplus 951 ekor. Guna memastikan daging babi yang akan dikonsumsi masyarakat sehat dan layak konsumsi, dia berkata Dinas PKP akan menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan. Populasi babi siap potong saat ini disebut cukup banyak dan tersebar merata di empat kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Kintamani.

Read More

”Saya jamin kebutuhan babi untuk Galungan nanti akan mencukupi, karena populasi yang sudah layak potong cukup banyak,” tegasnya.

Terkait harga,  Sarma berujar saat ini harga babi hidup masih tergolong stabil di kisaran Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kg. Di tengah kasus kematian babi diduga karena penyakit, dia mengimbau para peternak untuk selalu menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka. Antara lain dengan melakukan biosekuriti ketat, memberi pakan berkualitas, dan mengutamakan membeli bibit ternak dari lingkungan sekitar yang riwayat kesehatannya jelas.

Walaupun tidak mengeluarkan Surat Edaran (SE ) khusus ternak, dia meyakini para peternak di Bangli paham terhadap langkah-langkah pencegahan penyakit pada ternak. Untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, instansinya akan menurunkan sejumlah petugas untuk melakukan pemeriksaan ante mortem pada babi yang akan dipotong. Pemeriksaan itu akan  dijadwalkan mulai berjalan pada hari Minggu, diikuti dengan pemeriksaan post mortem.

Mengingat keterbatasan petugas tidak dapat mendatangi seluruh lokasi pemotongan satu per satu, dia minta masyarakat aktif dan hanya memotong ternak yang benar-benar sehat. Masyarakat  Bangli juga diingatkan untuk selalu bijak dalam mengolah daging babi saat  Galungan, guna menghindari risiko penularan penyakit. ”Kurangi konsumsi daging mentah, sebaiknya daging dimasak pada suhu tertentu agar mengurangi risiko penularan penyakit,” pesannya mengingatkan.

Stok Daging Ayam di Gianyar Berlimpah

Sementara itu, ketersediaan daging ayam di Kabupaten Gianyar dipastikan aman, bahkan surplus. Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar menyebut produksi ayam lokal dan ayam pedaging masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan permintaan untuk sarana upacara keagamaan.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Gianyar, Anak Agung Parwata, Rabu (10/6/2026), menjelaskan, rata-rata produksi daging ayam pedaging di Gianyar mencapai 47,7 ton per bulan. Selain itu, produksi daging ayam buras atau ayam lokal mencapai 21 ton per bulan, sedangkan ayam petelur menghasilkan sekitar 7 ton daging per bulan.

Menurutnya, saat Hari Raya Galungan kebutuhan daging ayam biasanya meningkat hingga 30% dibandingkan hari biasa. Peningkatan tersebut terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, dan sarana upacara keagamaan masyarakat Hindu. Rata-rata konsumsi per bulan sesuai dengan produksi yang ada.

Parwata menguraikan, stok daging ayam di Gianyar tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, juga mampu memasok daerah lain seperti Kabupaten Klungkung dan Bangli. Produksi daging ayam terbesar berasal dari Kecamatan Gianyar, khususnya wilayah Desa Pering. Di kecamatan tersebut, produksi ayam potong mencapai sekitar 11 ton per bulan dan ayam lokal sekitar 5,3 ton per bulan.

Posisi kedua ditempati Kecamatan Sukawati dengan produksi ayam potong rata-rata 10,2 ton per bulan dan ayam lokal 4,5 ton. Sementara Kecamatan Blahbatuh berada di urutan ketiga dengan produksi ayam potong mencapai 7 ton dan ayam lokal 3,5 ton per bulan. “Produksi daging ayam di Gianyar sangat stabil. Bahkan beberapa peternak dan rumah potong ayam sudah menjual hasil produksinya ke kabupaten lain,” jelasnya.

Terkait harga, ayam potong tanpa jeroan saat ini dijual pada kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Sementara ayam hidup berada di harga sekitar Rp38.000 per kilogram. Untuk ayam kampung atau ayam buras, harga cenderung lebih tinggi dan mengikuti kondisi pasar.

Dinas Pertanian Gianyar juga memantau peternakan ayam, meliputi kesehatan ternak, kondisi kandang hingga jalur distribusi. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi ternak dalam keadaan sehat dan distribusi berjalan lancar. “Secara umum kondisi kesehatan ayam, kondisi kandang, dan jalur distribusi dalam keadaan aman,” tandas Parwata. gia/adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.