Seniman Klungkung Dukung Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali

  • Whatsapp
I Dewa Gede Alit Saputra. Foto: ist
I Dewa Gede Alit Saputra. Foto: ist

KLUNGKUNG – Seniman di Kabupaten Klungkung mendukung pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung. Pertimbangannya, secara historis sangat nyambung karena Klungkung pernah menjadi tempat pusat kebudayaan Bali. Hal itu dikatakan seniman asli Klungkung, I Dewa Gede Alit Saputra.

Dia berujar, sebelumnya pernah mendiskusikan pembangunan ini dengan Prof. I Made Bandem. Sebenarnya proyek besar PKB ini juga diperebutkan kabupaten lain di Bali, tapi kemudian diputuskan di Klungkung. “Klungkung merupakan tempat pusat kebudayaan Bali yang pernah berkembang hingga mencapai masa keemasaannya pada era Kerajaan Gelgel, tepatnya dalam pemerintahan Raja Dalem Waturenggong,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Perintis sekaligus Ketua Komunitas Seni Sanggar Kayonan asal Desa Adat Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod, Kecamatan Klungkung ini menambahkan, sangat tepat PKB ini dikembalikan ke aslinya di Klungkung. Itu juga sekaligus momentum untuk mengingatkan semua pihak di Bali bahwa kebudayaan Klungkung pernah pada masa silam.

Setelah PKB ini berdiri, dia berharap hasil kebudayaan orang Bali bisa dipamerkan dan diperkenalkan secara kompleks. Jadi, tidak sekadar tempat seni pertunjukan, seni rupa dan tempat seni kerawitan. PKB ini diharap mampu menampilkan aktivitas masyarakat Bali menenun kain. Kemudian budaya agraris, orang megibungmebat juga bisa dibuatkan demo praktiknya di PKB, sehingga semua orang yang berkunjung ke PKB akan mengetahui secara detail hasil kebudayaan Bali dengan menyeluruh.

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Berharap IDI Denpasar Beri Pelayanan Optimal kepada Masyarakat

“Kalau di Jakarta ada TMII, maka di PKB perlu ditampilkan segala aktivitas seni budaya di Bali. Apalagi arealnya didesain sangat luas,” pintanya.

Dengan penetapan lokasi PKB di Desa Gunaksa, dia menilai PKB akan menjadi tempat diberdayakannya orang-orang Klungkung secara dominan, karena sebagai tuan rumah. Jangan dilihat potensi seniman akademis dan praktiknya saja yang harus tampil di PKB, SDM di Klungkung perlu diberdayakan sekaligus menjadi ajang untuk melatih jiwa seninya. Dengan begitu orang Klungkung memiliki taksu seni.

Harapan lainnya, PKB dapat menjadi momentum melestarikan kesenian Bali yang saat ini dalam keadaan tenggelam. Contohnya, di Klungkung terdapat kesenian arja yang kali pertama berkembang di Keraton Smarajaya dengan mengisahkan kerajaan Klungkung. Seni arja khas Keraton Smarajaya ini diminta bisa tampil perdana ketika PKB ini diresmikan nanti.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Kamis (21/1/2021) mengatakan sangat menyambut baik sosialisasi kegiatan ini. Dia juga berharap masyarakat, khususnya yang mempunyai lahan, bisa mendukung dan mematuhi segala proses peraturan program yang dicanangkan Gubernur Bali, I Wayan Koster, itu dengan baik. “Semoga proses pelaksanaan pengerjaan pembangunan ini berjalan lancar dan nantinya bisa selesai tepat pada waktunya,” ujar Bupati Suwirta.

Dalam catatan POS BALI, tahun 2016 lalu kawasan PKB di lahan eks galian C tersebut pernah dilirik investor Jakarta atas nama PT Jaya Fantasi. Investor di bidang hiburan dan properti ini kabarnya menyiapkan dana Rp1 triliun, dan pernah presentasi di depan Bupati Suwirta pada Februari 2016. Saat itu investor berencana memanfaatkan lahan di eks galian , yang berada di sejumlah desa yakni di Desa Jumpai, Desa Tangkas, Desa Gunaksa, hingga di Desa Sampalan Klod sebagai pelabuhan marina.

Baca juga :  Koster Lepas Turing Penerapan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru

Selain itu rumah sakit internasional, vila, sekolah dan sebagainya. Untuk menunjukkan keseriusan, investor memberikan sejumlah uang untuk 175 hektar kepada warga. Jika hal itu berjalan lancar, investor bakal melakukan pengurukan dengan material sekitar 16 juta meter kubik. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.