Sengketa Tanah Guwang, Mahayastra Tegaskan Satu Posisi Bersama Warga

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra, menemui warga Desa Adat Guwang yang mendatangi gedung DPRD Gianyar. Foto: adi
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra, menemui warga Desa Adat Guwang yang mendatangi gedung DPRD Gianyar. Foto: adi

GIANYAR – Warga Desa Adat Guwang, Sukawati, mendatangi gedung DPRD Gianyar, Senin (22/11/2021). Di depan lobi kantor DPRD itu, warga berorasi sambil menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul “Wakil Rakyat”. Selain untuk menyampaikan aspirasi terkait kasus tanah adat, mereka juga bermaksud menemui Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Sebab, kebetulan Bupati mengikuti sidang dengan DPRD Gianyar.

Mahayastra yang sesungguhnya hendak kembali ke kantor usai mengikuti sidang paripurna, begitu mendengar ada warga datang, memilih putar balik untuk menemui warga yang menyampaikan keluh kesahnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Mahayastra, selama ini dia getol mengikuti pembangunan di Guwang. Namun, tidak pernah menyangka sama sekali akan terjadi persoalan atas tanah adat di Guwang. Didampingi Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Gusti Anom Masta; dan Sekwan Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, dia berujar dalam menghadapi kasus hukum tersebut tidak pernah diam. Dia berjanji mengerahkan segenap tenaga untuk memenangkan gugatan tersebut.

Selain untuk membela warga, sikap Mahayastra juga karena Dinas Pendidikan Gianyar ikut sebagai pihak tergugat dalam perkara itu. “Masalah ini tak pernah kita pikirkan, tak pernah kita duga. Saya sebagai Bupati sudah mengambil langkah. Karena yang digugat, Pemda juga masuk dalam gugatan, saya menunjuk lawyer (pengacara) juga. Lawyer Pemkab Gianyar dan kita juga mencari semua data-data, baik di Pemkab maupun di Pemprov,” terangnya. 

Baca juga :  Wajib Waspada, Tambahan Harian Kasus Positif Copid-19 di Denpasar Terus Melejit

Jika Pemkab menang dalam perkara tersebut, Mahayastra berjanji tanah yang digunakan untuk sekolah SDN 1, 2 dan 3 Guwang akan diserahkan ke Desa Adat Guwang. Hanya, dia berpesan tidak boleh sembarangan dalam mengikuti proses hukum yang berjalan. Kata dia, jangan sampai ada hal yang tak diinginkan, “Seperti membuat macet, kecelakaan, bisa membuat orang tersinggung”.

Dalam kasus tanah ini, I Ketut Gede Dharma Putra, warga Desa Celuk, Sukawati menggugat beberapa pihak terkait kepemilikan tanah di kawasan Desa Guwang, Sukawati. Pihak-pihak tergugat yakni Dinas Pendidikan Gianyar, Desa Adat Guwang, dan Desa Dinas Guwang. Objek sengketanya berupa tanah kantor Kepala Desa Guwang dengan pihak tergugat Desa Dinas Guwang; Tanah Pasar Tradisional Tenten, tanah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Guwang, Tanah Tentenmart dengan tergugat Desa Adat Guwang; dan tanah SDN 1, 2 dan 3 Guwang dengan pihak tergugat Dinas Pendidikan Gianyar. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.