DENPASAR – Jajaran Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Denpasar menggelar seminar daring di SMP PGRI 2 Denpasar, Sabtu (12/11/2022). Acara ini merupakan rangkaian HUT ke-77 PGRI dan HGN Tahun 2022 yang jatuh pada 25 Nopember mendatang.
Seminar daring mengangkat tema “Spirit Vasudhaiva Kutumbakam Dalam Pendidikan Era Baru di Kota Denpasar”, dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag. Hadir pula Ketua PGRI Bali, Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd.; Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd.; dan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM. Sebagai pembicara, Kepala BGP Provinsi Bali, Dr. Wayan Surata, M.Pd.
Ketua PGRI Kota Denpasar, Ketut Suarya, mengatakan, keberadaan guru di kelas tidak dapat digantikan oleh teknologi dan media serta perangkat pembelajaran, sebab secanggih apapun teknologi dan media pembelajaran tidak akan dapat berinteraksi atau berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. Peserta didik membutuhkan guru sebagai manajer, fasilitator, inovator dan motivator di kelas.
Di samping itu, guru diposisikan juga sebagai orangtua di sekolah yang menanamkan kasih sayang, kearifan, kejujuran dan merupakan sosok teladan bagi siswa. Dengan posisi seperti itu maka guru dituntut tampil sebagai seorang professional. Dan, bagaimana membuat pendidikan di Kota Denpasar semakin beprestasi di era global dengan teknologi pendidikan.
Suarya menambahkan, dalam melaksanakan pendidikan di era kenormalan baru ini guru juga dituntut kreatif. Guru harus beradaptasi agar pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan baik dari pre test, materi pembelajaran hingga pada evaluasi pembelajaran. Selain itu pemberian motivasi akan membantu guru dalam menjaga kualitas pembelajaran.
Momentum seminar ini juga dimanfaatkan sebagai media sosialisasi dan konsolidasi organisasi PGRI agar para anggota mengetahui dan memahami keberadaan organisasi guru yang memiliki kekuatan yang sangat besar. Tentunya tidak hanya sekadar mengumpulkan iuran dari anggota.
Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengapresiasi pelaksanaan seminar daring yang dilaksanakan PGRI Kota Denpasar. Menurut Agung Wiratama, hampir semua sektor di era industri 5.0 ini sudah melakukan digitalisasi. Yaitu dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Hal itu juga yang dilakukan di sektor pendidikan.
Ia menyebutkan di Indonesia banyak orang pintar, bahkan kemampuan IT orang Indonesia sangat ditakuti Negara lain. Tapi gagal ketika bekerja dalam satu tim. Karena itu penting menciptakan SDM yang kuat dalam team work. Landasan spirit Vasudhaiva Kutumbakam ini sangat pas menciptakan pendidikan era baru di Kota Denpasar. Ia juga menyerukan sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi.
Suarya menambahkan, selain seminar daring, agenda lain di antaranya bakti sosial pemberian sembako kepada insan pendidikan yang sakit permanen, jalan sehat dan donor darah, persembahyangan bersama, tabur bunga di TPM Margarana, dan pameran hasil kreativitas guru-guru. Puncak HUT pada 30 Nopember 2022 diisi dengan pemberian PGRI Award kepada stakeholder yang berjasa dalam pendidikan di Kota Denpasar. tra
























