TABANAN – Perayaan Tumpek Landep tak hanya dengan sembahyang secara khusyuk, tapi juga dalam suasana penuh semangat dan suka cita. Hal itu juga terlihat saat Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memimpin upacara dan persembahyangan Tumpek Landep di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Saniscara Kliwon Landep, Sabtu (5/11/2022).
Secara filosofis, kata Sanjaya, Tumpek Landep memiliki makna sangat baik jika diimplementasikan dalam pelaksanaan tata-titi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. “Esensi dari filosofi tersebut, jadi momen bagi kita sebagai manusia untuk selalu introspeksi diri, mulat sarira, serta menajamkan kembali pikiran kita untuk meraih tujuan yang lebih baik dalam kehidupan,” ungkapnya.
Tumpek Landep, sambungnya, adalah momen pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Sang Hyang Pasupati. Umat Hindu memohon kepada Sang Hyang Pasupati agar pikiran menjadi baik, sesuai dengan norma-norma agama. Pada hari Tumpek Landep setiap enam bulan sekali, sebutnya, kita instrospeksi diri atas apa yang dilakukan enam bulan lalu sampai sekarang.
Selain berdoa dan introspeksi, imbuhnya, Tumpek Landep sepatutnya jadi momen pula untuk berterima kasih kepada barang-barang pusaka yang dimiliki. Sebab, benda-benda tersebut jadi alat atau pendukung aktivitas, dan bermanfaat untuk melindungi diri kita maupun untuk kemajuan masyarakat dan bangsa, dilihat pada era kekinian.
Usai persembahyangan, Sanjaya membuat semacam kuis kepada para peserta terkait upacara. Di antaranya menyebutkan apa saja 30 wuku, panca wara, dan sapta wara. Bagi yang bisa menjawab lengkap, diberi hadiah. gap
























