Sekolah Diminta Tak Membuat Kebijakan Memberatkan Orang Tua Siswa

AA Made Asmara Wijaya. Foto: tra
AA Made Asmara Wijaya. Foto: tra

DENPASAR – Masa darurat pandemi Covid-19 membawa perubahan besar dalam penyelenggaraan pendidikan.  Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, kembali mengingatkan sekolah untuk tidak membuat kebijakan yang memberatkan orang tua siswa.

‘’Dalam pemberian tugas selama belajar dari rumah, guru tidak boleh memberi tugas dan beban yang melelahkan kepada siswa di luar batas kemampuannya. Seperti tugas menyimak video pembelajaran, dan saat menyimak video disuruh memfoto. Ya kalau orang tua siswa punya HP lebih dari satu, kalau tidak?,’’ kata Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Made Asmara Wijaya, Minggu (31/1/2021).

Bacaan Lainnya

Agung Wijaya mengungkapkan, Disdikpora Kota Denpasar, memutuskan untuk tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah secara daring untuk anak sekolah jenjang TK hingga SMP sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Sementara kegiatan pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan diatur oleh kepala satuan pendidikan masing-masing dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Agung Wijaya mengutarakan, bahwa situasi pandemi ini bukanlah suatu hal yang diinginkan dan diharapkan. Tapi dengan adanya wabah ini proses pembelajaran harus tetap berjalan meski dengan tidak secara langsung bertatap muka seperti biasanya.

Lebih lanjut dia menegaskan, selama belajar dari rumah, guru tidak memindahkan beban mengajar kepada orang tua siswa. ‘’Kami memahami orang tua di rumah banyak yang tidak memiliki background mengajar secara akademis tentunya kami menyiapkan strategi yang tidak membebani orang tua,” jelasnya.

Namun, orang tua memiliki fungsi menemani anak-anak belajar di rumah. Orang tua yang menggantikan peran guru sebagai pendamping. Yakni sebagai pendamping dalam membentuk karakter anak.  ‘’Misalnya saat ujian, orang tua harus bisa menjadi pendamping karakter anak, misalnya terkait kejujuran anak dalam mengerjakan soal ujian,” terangnya.

Selain itu, dia menjelaskan selama belajar di rumah, guru juga tidak memberikan beban tugas yang banyak, yang paling penting adalah kompetensi bisa dicapai oleh seluruh peserta didik.  “Yang terpenting rasa belajar tetap ada meski di rumah. Maka kami tetap menghadirkan rasa belajar di rumah dengan cara yang fun dan tidak memberikan beban tugas yang terlalu banyak,” ungkapnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses