GIANYAR – Bawaslu Gianyar resmi melantik dan mengambil sumpah 21 anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Gianyar untuk Pemilu Serentak 2024.
Pelantikan dilangsungkan di The Royal Pita Maha Resort and Spa Ubud, Jumat (28/10/2022). Dari 21 anggota Panwascam yang baru dilantik, sembilan di antaranya merupakan wajah lama, dan 12 sisanya pendatang baru.
Pelantikan anggota Panwascam ini dihadiri Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun; Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani; Kepala Sekretariat Bawaslu Bali, Ida Bagus Putu Adinatha; Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirta Suguna, dan sejumlah undangan.
Agung Mayun dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada 21 anggota Panwascam yang dilantik. Dalam arahannya, dia minta Panwascam dapat menjalankan tugas dengan baik dan memahami tugas pokok dan fungsi sesuai aturan yang berlaku.
“Semoga seluruh Panwaslu profesional dalam menjalankan tugasnya, karena keberhasilan pelaksanaan Pemilu akan menentukan nasib dan perjalanan bangsa Indonesia untuk kurun waktu lima tahun ke depan,” pesannya.
Lebih jauh diutarakan, dia berharap para pengawas di tingkat kecamatan tersebut dapat bekerja sesuai dengan asas Pemilu. Sebab, pengawas pemilu tentu memiliki tugas yang tidak ringan, terlebih berhadapan langsung dengan masyarakat yang kritis.
“Saya harap Anda semua bekerja dengan jujur, adil, independen dan bertanggung jawab. Selamat, dan berikan pengabdian dengan sebaik-baiknya,” serunya.
I Wayan Hartawan menambahkan, terdapat makna terkait dengan pengabdian dalam mengemban tugas yang dapat diambil dan diimplementasikan dalam “Lagu Indonesia Raya” dan Mars Bawaslu, yang sebelumnya dinyanyikan bersama seluruh para hadirin.
“Harapan saya, teman-teman Panwaslu Kecamatan dapat mengimplementasikan makna yang terkandung dalam lagu ‘Indonesia Raya’ dan Mars Bawaslu terkait dengan rasa pengabdian. Saya juga minta komitmen teman-teman yang berpartisipasi sebagai pengawas pemilu dalam proses Pemilu 2024,” ajaknya.
“Dari 21 anggota Panwaslu Kecamatan yang baru dilantik, terdapat sembilan orang wajah lama dan 12 orang wajah baru. Hal tersebut sebagai proses menjaga keseimbangan dan harus balanceantara yang tua dan muda. Tentu nanti akan tercipta keseimbangan dalam berbagai hal pada saat melaksanakan pengawasan,” pungkasnya. adi























