Salah Paham, Buruh Petik Cengkeh Gantung Diri

UNIT Reskrim Polsek Kintamani bersama piket fungsi saat mendatangi lokasi peristiwa gantung diri di dapur pondokan Banjar Mesahan, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Senin (2/9/2024). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Unit Reskrim Polsek Kintamani bersama piket fungsi mendatangi lokasi peristiwa gantung diri di dapur pondokan Banjar Mesahan, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Senin (2/9/2024). I Nyoman Ra (34) ditemukan gantung diri oleh Ni Komang Re, yang tak lain adalah istrinya.

Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerna, Selasa (3/9/2024) menyampaikan, sekira pukul 18.00 Nyoman Ra baru pulang dari bekerja sebagai buruh cengkeh. Setiba di rumah, Ni Komang Re bertanya kenapa suaminya itu terlambat pulang. Sebab, biasanya pukul 16.00 dia sudah di rumah. Keterlambatan itu kemudian memantik cekcok di antara mereka.

Bacaan Lainnya

Pukul 23.00 Wita, Nyoman Ra keluar kamar tanpa berkata apa pun kepada istrinya. Selang 30 menit tidak kembali ke kamar, Ni Komang Re keluar mencari suaminya. Ketika masuk ke dapur, dia terkejut karena mendapati suaminya gantung diri di kayu lambang dapur dengan seutas sepanjang kurang lebih 1,5 meter.

Dia berteriak minta tolong, dan teriakannya membuat warga sekitar berbondong-bodong datang. “Warga kemudian bersama-sama menurunkan korban. Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kintamani guna mendapat penanganan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.

Dari hasil olah TKP oleh Tim Identifikasi Polres Bangli dan pemeriksaan saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Nyoman Ra. Motif dia bunuh diri diduga karena salah paham dan cekcok setelah terlambat pulang dari kerja. “Pihak keluarga menyatakan menerima meninggalnya korban sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan otopsi mayat,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses