Sabet Medali Emas World Master Games 2025, Made Chandra Berata Sebut Kemenangan untuk Papa King

MADE Chandra Berata (tengah) naik podium, menerima kalungan medali emas cabor bulutangkis perorangan putra ajang World Master Games 2025 di Taiwan, yang berakhir Rabu (28/5/2025). foto: yes

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Setelah berlaga secara marathon (tiga kali bertanding dalam sehari), akhirnya pebulutangkis veteran Bali, Made Chandra Berata berhasil menyabet medali emas perorangan putra ajang ”World Master Games 2025” di Taiwan, yang berakhir Rabu (28/5/2025) sore.

Pada laga babak 8 besar yang dimainkan pagi pukul 10.00 waktu Taiwan, Chandra Berata tanpa menguras energi mengalahkan wakil Jepang Takashi Saito, dengan dua gim langsung 21-9, 21-13, sekaligus melaju mulus ke babak semifinal.

Bacaan Lainnya

Kemudian di babak semifinal yang dimainkan pukul 12.00, Chanda Berata cuma mendapat perlawanan cukup ketat di set pertama melawan wakil Hongkong Tsuen Lai, sebelum akhirnya pemain asal Buleleng itu menutup dengan kemenangan dua gim langsung, 21-17, 21-7.

Baru laga final yang berlangsung pukul 14.00, Chandra Berata mendapat lawan cukup ketat menghadapi wakil tuan rumah Taiwan, Liu Chun Sen. Sempat kehilangan gim pertama, Chandra Berata bangkit merebut dua gim berikutnya, lanjut menutup perlawanan Liu Chun Sen, dengan rubber game 20-22, 21-11, 21-17. Chandra Berata pun berhak mendapat medali emas. Prestasi ini, melengkapi raihan

Medali emas ini melengkapi torehan prestasi pemain yang pernah membela kontingen Bali di arena PON XI/1985 Jakarta dan PON XIII/1993 ini. Sebelumnya Chandra Berata menyabet gelar juara Badminton Asia Senior Open 2023 setelah di final nomor tunggal putra 55 tahun+, menumbangkan sang juara dunia 1993, Joko Suprianto dengan skor 21-18 dan 21-15, yang berlangsung di Tien Son Sport Center, Danang Vietnam, Minggu (17/12/2023).

Usai tiga laga yang menguras tenaga tersebut, Chandra Berata menyebut kemenangan (medali emas) ini dipersembahkan untuk Papa King, begitu dia memanggil mendiang ayahnya Agus Sadikin Bakti, yang merupakan tokoh olahraga Buleleng khususnya di cabor bulutangkis.

Pada era Agus Sadikin Bakti, dunia bulutangkis Buleleng sangat maju, bahkan pernah beberapa tahun menjadi barometer kekuatan bulutangkis Bali. Sepeninggal Agus Sadikit Bakti, kini bulutangkis Bali dikuasai Denpasar dan Badung. ”Papa King yang selalu mendukung saya untuk menjadi atlet yang bisa membawa nama Buleleng, Bali dan Indonesia,” ucap Chandra Berata kepada posmerdeka.com.

Tidak lupa, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa semua pihak, khususnya masyarakat Buleleng dan Bali umumnya, sehingga dirinya bisa melewati ajang World Master Games 2025 dengan hasil sangat memuaskan. ”Terima kasih atas doa dan dukungannya,” pungkas Chandra Berata. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses