Saat Resmikan Gedung MDA Denpasar, Koster Tegaskan Membangun Bali Sing Dadi Ngawag-ngawag!

GUBERNUR Koster (tengah) dan Bendesa Agung menandatangani prasasti MDA Kota Denpasar disaksikan Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa. Foto: ist
GUBERNUR Koster (tengah) dan Bendesa Agung menandatangani prasasti MDA Kota Denpasar disaksikan Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa. Foto: ist

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan, alam Bali sangat sakral, sehingga dalam membangun Bali tidak boleh sembarangan. ‘’Harus dicamkan betul sebagai orang Bali. Harus paham betul, membangun Bali sing dadi ngawag-ngawag (tidak boleh sembarangan, red). Nyen ngawag-ngawag kal uwug (Siapa yang sembarangan akan hancur, red). Itulah saya dalam membangun Bali berdasarkan visi misi Nangun Sath Kerthi Loka Bali, pembangunan ditata betul agar terarah,’’ lugas Gubernur Koster saat meresmikan MDA Kota Denpasar, Rabu (26/5/2021).

Koster berkata, peresmian ini merupakan yang kelima. Sebelumnya, sebut dia peresmian gedung MDA telah dilakukan di Kabupaten Karangasem, Buleleng, Jembrana, Tabanan, dan sekarang gedung MDA Kota Denpasar. Selanjutnya, menyusul peresmian di Bangli, Badung, Klungkung, dan Gianyar. ‘’Sebenarnya sudah selesai dibangun. Jadi tinggal menunggu hari baik untuk diresmikan,’’ sebutnya.

Bacaan Lainnya

Gubernur asal Sambiran ini mengaku sangat serius dan sepenuh hati, khususnya dalam mempertahankan adat dan isitiadat secara sekala- niskala, membangunan Bali sesuai tatanan kehidupan berlandaskan seni budaya adat istiadat yang telah diwariskan tetua dan leluhur Bali. ‘’Saya paling serius di adat, karena alam Bali sangat sakral. Jadi kemana pun melangkah, pasti ke niskala terlebih dahulu. Matur piuning. Jadi adat adalah nomor satu yang menjadi kekuatan kita. Itu yang membedakan Bali dengan daerah lainnya,” tandasnya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Bali, sekaligus meresmikan keberadaan MDA, di mana sebelumnya di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. ‘’Desa adat di Bali menjadi tonggak untuk mempertahankan adat budaya. Di Denpasar terdapat 35 bendesa adat, dan 42 subak,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, mengungkapkan, pembangunan gedung MDA ini sponsori tunggal Bank BPD Bali.  Dengan selesainya pembangunan gedung MDA di seluruh Bali, pihaknya semakin optimis desa adat sebagai benteng terakhir semakin ajeg dalam mempertahankan adat dan budaya Bali. 

‘’Kalau bukan gubernurnya Pak Wayan Koster, tidak akan ada seperti ini (gedung MDA, red). Inilah tonggak kita untuk berpikir yang baik dan benar, menyusun progam dalam membantu pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI. Saya harap juga parpol yang ada di Bali juga bersatu di dalam mewujudkan visi misi pembangunan Bali, Nangun Sath Kerthi Loka Bali,’’ harapnya. 

Gedung MDA Kota Denpasar ini berdiri di atas tanah provinsi seluas 3,47 are di tengah Kota Denpasar, tepatnya sebelah barat gedung Dharmanegara Alaya (DNA) di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar. Gedung ini dibangun dengan anggaran CSR kurang lebih Rp3,2 miliar. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses