MANGUPURA – Bandara I Gusti Ngurah Rai bersolek untuk menyambut acara Presidensi G20 di Nusa Dua pada 15-16 November 2022. Ada sejumlah renovasi yang dilakukan, termasuk melengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Hingga kini progres penataan baru menyentuh angka 10 persen, tapi Agustus atau awal September 2022 revitalisasi wajib selesai.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan, Rabu (15/6/2022) menerangkan, ada sejumlah infrastruktur fasilitas bandara yang direvitalisasi. Seperti di area terminal domestik, VVIP eksisting diperluas dan ditata agar lebih nyaman, merapikan area seputaran bandara, dan penyediaan media promosi G20. Selain itu juga perapian general aviation terminal sisi selatan, yang akan dipakai menjadi VVIP petinggi negara dan dari luar negeri yang memakai jet pribadi.
“Untuk terminal gedung VVIP itu dibangun baru. Walaupun area di sana milik mitra kami dari BUMN lain, tapi lahannya masih di Angkasa Pura,” jelasnya.
Dia berujar bermitra dengan PLN untuk mengadakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di area parkir mobil domestik. Sementara untuk solar panel, saat ini sedang dipasang di atas gedung Multi Level Car Parking (MLCP). Pembuatan solar panel itu membuktikan Bandara Ngurah Rai akan menjadi Green Airport, atau bandara yang ramah lingkungan.
Untuk revitalisasi dan beautifikasi, pihaknya memang butuh dana tidak sedikit. Hal itu masih terus disesuaikan berdasarkan arahan dari pusat, dan dia berkomitmen mendukung sepenuhnya proyek G20. Sejauh ini Bandara Ngurah Rai sudah mengikuti, menyesuaikan, memenuhi syarat maupun harapan pemerintah. “Kami melakukan persiapan yang luar biasa. Bali harus siap menyambut G20,” serunya.
Secara berkala pihaknya melaporkan progres proyek tersebut. Diakui pengerjaan memang dibatasi waktu cukup mepet, karena G20 akan dilaksanakan pada November. Saat ini persentase progres totalnya sekitar 10 persen, dan dijadwalkan rampung pada Agustus atau awal September.
“Kami yakin ini bisa selesai sesuai harapan. Setiap hari hal itu kami pantau bersama manajemen konstruksi. Jadi, ketika ada kendala di lapangan, kita langsung carikan solusi,” bebernya memungkasi. gay
























