Rekonstruksi Pembunuhan di Desa Riang Gede Digelar di Polres Tabanan, Ini Alasan Polisi

  • Whatsapp
REKONSTRUKSI kasus pembunuhan yang terjadi di Banjar Dinas Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, 23 Maret 2021 lalu, dilaksanakan di halaman depan Polres Tabanan, Rabu (21/4/2021). Foto: ist
REKONSTRUKSI kasus pembunuhan yang terjadi di Banjar Dinas Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, 23 Maret 2021 lalu, dilaksanakan di halaman depan Polres Tabanan, Rabu (21/4/2021). Foto: ist

TABANAN – Polres Tabanan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang melibatkan tersangka Ida Bagus KASA (41), warga Banjar Dinas Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman depan Polres Tabanan, Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 10.00.

Rekonstruksi kasus yang terjadi pada Selasa (23/3/2021) malam lalu itu, dipimpin Kanit 1 Satreskrim Ipda Mohammad Amir, dengan diawasi Kasatreskrim AKP Aji Yoga Sekar. Disaksikan pula Kasipidum Kejari Tabanan beserta dua jaksa pembantu, kuasa hukum tersangka, dan saksi-saksi.

Bacaan Lainnya

Reka adegan yang berlangsung sekitar satu jam itu, menampilkan 23 adegan, termasuk adegan kesembilan ketika tersangka menusukkan pisau lipat di tangannya ke punggung korban yang dokter hewan I Made Kompyang Artawan (47). Dalam rekonstruksi tersebut, korban diperankan salah satu anggota satreskrim.

Terkait pelaksanaan rekonstruksi yang dilaksanakan di halaman Polres Tabanan dan bukan di TKP yang sebenarnya, AKP Aji mengatakan bahwa hal itu dengan berbagai pertimbangan. “Pada prinsipnya rekonstruksi ini hanya untuk membuat terang suatu peristiwa. Apalagi saat ini masih pandemi Covid-19, dan harus tetap menjalankan protokol kesehatan, sehingga rekonstruksi ini kami laksanakan di Polres Tabanan,” ujarnya.

Reka adegan dimulai dari ketika tersangka memarkir sepeda motor di depan rumahnya, kemudian datang korban dan menghampiri tersangka, hingga membuat tersangka emosi. Saat itu, mereka masih duduk di atas
motor masing-masing, di pinggir jalan depan rumah tersangka.

Baca juga :  Personel Nyanyi Bareng, Polda Bali Diganjar Rekor Muri

Singkat cerita, tersangka tersinggung dan mencabut gantungan kunci kontak motornya, yakni berupa pisau lipat, dan kemudian menusukkan berulang kali ke punggung hingga ke leher kiri korban. Adegan
berikutnya, mereka sempat turun dari motor masing-masing dan saling berhadapan. Korban mengayunkan tangannya ke arah wajah tersangka, namun meleset.

Korban dalam kondisi bersimbah darah, dan kemudian dibantu warga ke rumah sakit. Beberapa saat setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan sudah tak bernyawa lagi.

Dari kasus tersebut, tersangka yang memiliki catatan kriminalitas (dua kali dipenjara) itu kemudian menyerahkan diri ke polisi. Polisi pun menyita sejumlah barang bukti terkait. Antara lain sebuah pisau lipat, sepeda motor Honda Beat nopol DK 2036 GAF, sepeda motor Yamaha Aerox nopol DK 6346 FAL, baju kaos hitam, baju merah-hitam dengan bercak darah, dan celana pendek Jeans biru dengan bercak darah. “Pasal yang kami sangkakan terhadap tersangka adalah Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” ujar AKP Aji Yoga Sekar didampingi Kasubbag Humas Iptu I Nyoman Subagia. gap


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.