Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Pos Sekat Dibangun di Desa Pejarakan

  • Whatsapp
POLRES Buleleng bersama Wakil Bupati Buleleng mengikuti rakor Lintas Sektor Nasional Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 secara daring. Foto: rik
POLRES Buleleng bersama Wakil Bupati Buleleng mengikuti rakor Lintas Sektor Nasional Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 secara daring. Foto: rik

BULELENG – Satu pos sekat akan dibangun di wilayah Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Keberadaan pos sekat untuk mengawasi mobilisasi masyarakat dari dan menuju ke Buleleng terkait dengan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) Lintas Sektor Nasional Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 secara daring dari Kapolri, pada Rabu (21/4/2021) di ruang Command Center Polres Buleleng. Hadir juga Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra.

Bacaan Lainnya

Sutjidra mengatakan, khusus di Bali ada 5 titik penyekatan, termasuk di Buleleng salah satunya. Pos sekat yang dibangun di Desa Pejarakan itu akan ada sejumlah personel lintas instansi seperti TNI dan Polri melakukan penjagaan. Dengan penyekatan diharapkan agar masyarakat tidak mudik.

Ini dilakukan karena dari paparan pemerintah pusat bahwa terjadi peningkatan kasus signifikan saat libur panjang atau libur nasional lain. Angka kematian juga meningkat. Umumnya pada masyarakat yang lanjut usia (lansia).

Menurut Sutjidra, masyarakat yang berusia diatas 60 tahun, risiko meninggal 12 kali lebih besar daripada yang usianya di bawah 59 tahun. “Ini yang diantisipasi kenapa pemerintah membuat aturan untuk tidak mudik pada saat hari raya Idul Fitri, ini demi keselamatan masyarakat. Hukum tertinggi di negara kita adalah keselamatan rakyat,” kata Sutjidra.

Baca juga :  APE Dukung Pendidikan Karakter Sejak Dini

Selain pembangunan pos sekat, dalam Operasi Keselamatan Agung Tahun 2021 yang dimulai dari 12 April sampai 25 April 2021, telah disosialisasikan larangan mudik untuk menghindari penyebaran Covid-19. Bagi masyarakat yang ingin mudik agar melapor ke PPKM Mikro/Ketua RT, serta melakukan tes swab antigen, pengecekan administrasi, dan melaksanakan karantina mandiri selama 5×24 jam.

Seizin Kapolres Buleleng, Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol AA Wiranata Kusuma, menjelaskan, sebelum pelaksanaan pengamanan Idul Fitri, dari Polres Buleleng rutin melakukan sosialisasi larangan mudik tahun 2021. Untuk kegiatan pengamanan hari raya Idul Fitri ini, sebanyak 170 personel dilibatkan mulai 27 April sampai 5 Mei 2021. Saat hari raya Idul Fitri juga digelar Operasi Ketupat dari 6 – 17 Mei 2021. Operasi Ketupat melibatkan 130 personel termasuk bertugas di pos sekat di Desa Pejarakan.

“Personel di pos sekat mengecek mobilisasi masyarakat masuk dan keluar wilayah Buleleng. Bilamana yang bersangkutan tidak punya surat keterangan hasil tes swab atau hasil PCR, agar yang bersangkutan kembali atau putar balik,” pungkas Wiranata Kusuma. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.