POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Tim sepakbola tujuh lawan tujuh alias Football Association 7 (FA7) Indonesia membawa pulang medali perak ajang IFA7 World Championship 2026 setelah kalah 2-9 melawan tuan rumah Honduras dalam partai final, Minggu (31/5/2026) waktu setempat.
“Pencapaian Timnas Indonesia menjadi juara dua atau runner-up sudah sangat luar biasa di Piala Dunia IFA7 World Championship ini,” kata Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
“Berkat kasih karunia Tuhan, Bangsa Indonesia masih diberikan kesempatan untuk tampil di Piala Dunia,” ujar Bambang, seraya menambahkan ”ini merupakan pencapaian bersejarah bagi tim Merah Putih pada turnamen kali ini karena untuk pertama kalinya bisa mendulang medali perak.”
Ke depan Bambang berkomitmen untuk membesarkan FA7 Indonesia hingga menjangkau seluruh daerah dari Aceh sampai Papua. Menurutnya, sepak bola tujuh pemain memiliki potensi besar berkembang karena tidak membutuhkan fasilitas seluas sepak bola konvensional.
“Kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa dari seluruh pelosok Republik Indonesia untuk menunjukkan bakat terbaik mereka,” kata Bambang, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Bambang mengapresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, manajemen FA7 Indonesia, serta masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan doa selama turnamen berlangsung.
Dengan raihan medali perak IFA7 World Championship 2026, Indonesia tidak hanya mencatat sejarah baru di pentas internasional, tetapi juga membuka harapan besar bagi lahirnya generasi baru pemain FA7 yang mampu membawa Merah Putih meraih gelar juara dunia pada masa mendatang. yes
























