Rebut Pasar China untuk Bangkitkan Pariwisata Bali

  • Whatsapp
KETUA Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi. Foto: hen
KETUA Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi. Foto: hen

DENPASAR – Masifnya vaksinasi Covid-19 untuk warga di China, dapat menjadi sesuatu yang memberi harapan untuk menggeliatnya pariwisata Bali. Merebut pasar wisatawan China untuk datang ke Bali dinilai sebagai alternatif solusi menggairahkan ekonomi yang terpuruk, dimulai dari sektor pariwisata.

“Kalau bisa Gubernur koordinasi ke Jakarta, ke Kementerian Pariwisata, untuk membuka pasar wisatawan China. Ini perut rakyat sudah menunggu,” kata Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi, Kamis (21/1/2021).

Bacaan Lainnya

Dia menguraikan, masyarakat China banyak yang sudah rindu ingin plesiran ke Bali. Ketika mereka sudah divaksin, berarti secara kesehatan mereka aman datang ke Bali. Agar keamanan mereka terjaga, bisa saja dengan mengarahkan akomodasinya ke wilayah yang masih zona hijau. “China itu paling stabil ekonominya meski saat pandemi sekarang ini. Di Nusa Dua itu ada ribuan kamar kosong, bisa diarahkan ke sana untuk membuka awalnya,” cetus politisi Ketua DPD Golkar Buleleng tersebut.

Kresna Budi tidak menampik angka kasus positif Corona di Bali masih relatif tinggi dengan kasus harian sampai dua digit. Meski begitu, dia berkata pemerintah sudah ada program vaksinasi sesuai linimasa yang ditentukan. Yang ditekankan adalah bagaimana pemerintah dapat merebut pasar wisatawan China itu dengan berkoordinasi ke pemerintah China, sembari memastikan program vaksinasi berjalan sesuai agenda. Jadi, tegasnya, ketika vaksinasi selesai, tidak butuh waktu lama untuk pemulihan sektor pariwisata di Bali.

Baca juga :  Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Polsek Bangli Berikan Edukasi Protokol Kesehatan di Pasar Kidul

Lebih jauh diuraikan, Menteri Parekraf Sandiaga Uno sempat berjanji untuk memprioritaskan Bali dalam pemulihan pariwisata nasional. Janji itu dilihat sebagai peluang untuk Gubernur Bali mendorong Kementerian untuk berkoordinasi dengan pemerintah China. “Bila perlu undang Dubes China untuk diskusi masalah ini di Bali. Saya pikir kalau Pak Gubernur mau, pariwisata bisa lebih cepat dipulihkan,” katanya.

Disentil bahwa China kini sedang direpotkan adanya gelombang kedua pandemi, Kresna Budi berargumen wilayah China sangat luas dan penduduknya 1,5 miliar. Selain itu, tidak semua dataran China menghadapi gelombang kedua, hanya di wilayah tertentu. Tentu yang dibidik Bali adalah warga dari daerah yang sehat, dan ekonominya mapan.

Alasan lain membidik pasar China, dia menjawab karena wisatawan China relatif banyak belanja, terutama kuliner dan UMKM. Soal rumor turis China justru dikenal pelit belanja karena datang dengan paket tur, Kresna Budi membantah. Kata dia, mana ada negara ekonominya kuat tapi tapi warganya pelit belanja?

“Coba saja cek, selama ini yang paling banyak belanja di Bali itu wisatawan China atau dari negara lain? Minimal kuliner dan oleh-oleh itu mereka pasti belanja, banyak lagi. Dari situ kan ada efek berganda ekonomi juga,” klaimnya.

Jika kasus Corona belum stabil, akan berwisata ke mana wisatawan yang masuk ke Bali itu? “Memangnya selama ini tidak ada tempat yang buka? Selama tetap menaati protokol kesehatan dan punya standar CHSE, mereka tetap bisa berwisata,” tegasnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.