Putri Koster: Pemahaman Pancasila Jangan hanya Lewat Teori

  • Whatsapp
KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Koster (tengah) dalam Dialog Perempuan Bali Bicara di Denpasar, Senin (8/2/2021). foto: antaranews

”Rumah merupakan sekolah pertama untuk menanamkan kedisiplinan dan penumbuhan karakter yang berkepribadian baik dan bertanggung jawab.”

DENPASAR – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster berpandangan sosialisasi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan secara bersinergi dan jangan hanya melalui teori.

Bacaan Lainnya

“Namun, harus langsung dipraktikkan di lapangan dengan tujuan menumbuhkan rasa loyalitas, kesetiaan, dan dedikasi. Hal yang harus dimiliki setiap generasi bahwa kepentingan negara di atas kepentingan pribadi,” kata Putri Koster dalam Dialog Perempuan Bali Bicara di Denpasar, Senin (8/2/2021).

Dalam dialog bertajuk “Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Keluarga” itu, Putri Koster berpandangan banyaknya pengaruh buruk yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya yang mengenai kaum muda, mengakibatkan makin menipisnya pemahaman nilai-nilai Pancasila.

“Dalam keluarga, anak-anak hendaknya diberikan tugas untuk dilaksanakan. Rumah merupakan sekolah pertama untuk menanamkan kedisiplinan dan penumbuhan karakter yang berkepribadian baik dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Istri Gubernur Bali itu mencontohkan pengamalan sila Persatuan Indonesia, orang tua memiliki peran menanamkan kecerdasan kepada anak-anaknya untuk kejayaan bangsa sehingga mereka memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.

Baca juga :  Denpasar Rumahkan Siswa 16 Hari, US SMP Diganti Portofolio

Demikian pula, sila kelima, mulai dari orang tua menanamkan rasa adil dalam kehidupan. “Orang tua memiliki peran sebagai pendorong bagi kesuksesan anak-anaknya, memiliki kewajiban untuk menanamkan rasa yang berkeadilan dan memiliki rasa sosial yang tinggi bagi lingkungannya,” ujar Putri Koster, yang dilansir dari antaranews.

Ia juga mengingatkan jangan sampai teknologi informasi menjadi bumerang bagi keberlangsungan pertumbuhan karakter anak-anak.

Sementara itu, Kepala Staf Korem 163/Wirasatya Kolonel Infanteri I B Ketut Surya Widana mengatakan bahwa orang tua dalam pengamalan Pancasila harus menjadi teladan dan contoh yang baik bagi anak-anaknya.

“Penanaman pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya melalui teori saja, tetapi harus nyata dengan praktik bersama di tengah lingkungan bermasyarakat,” katanya.

Praktiknya, anak-anak diberikan tugas masing-masing sehingga tumbuh peran serta sebagai karakter individu yang matang sejak awal. Misalnya, masing-masing anggota keluarga memiliki tugas di rumahnya sehingga tumbuh rasa tanggung jawab terhadap sebuah kewajiban.

“Khusus untuk prajurit TNI, sepanjang tahun terus diingatkan selalu bagaimana menerapkan dan mengamalkan Pancasila. Pembinaan dan penguasaan Pancasila akan serta-merta memberi bekal bagi generasi muda, khususnya anak-anak kita, sekalipun mereka berada jauh dari orang tuanya,” ujar Surya Widana.

Selain itu, anggota Korem 163/Wirasatya juga telah diberikan pembekalan nilai-nilai Pancasila di kesatuan-kesatuan hingga koramil dan babinsa yang nantinya dapat disosialisasikan di tengah masyarakat. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.