Puan dan Islam Nusantara yang Berkemajuan

PUAN Maharani. Foto: ist

MATARAM – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mulai berani terbuka soal Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan. Karena itu, pernyataannya tersebut langsung viral di media sosial. Terlebih dalam video berdurasi 3 menit 45 detik itu terlihat KH Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU saat itu) dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, KH. Haedar Nashir.

Kedua tokoh Islam tersebut berbicara saat haul almarhum ayahnya, Taufiq Kiemas, pada Juni 2016, yang diunggah ulang akun Facebook Sahabat Mbak Puan. ‘’Kami keluarga, saya khususnya, selalu ditanamkan hal-hal yang berkaitan dengan Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan,’’ kata Puan dalam video yang baru-baru ini viral di media sosial, dikutip, Senin (4/4/2022).

Bacaan Lainnya

Puan menyampaikan terima kasih dan syukur atas kehadiran Ketum PBNU dan Muhammadiyah. Sebab, sangat jarang kedua tokoh pimpinan ormas Islam terbesar di Indonesia itu bisa hadir dalam satu acara yang sama.

“Kalau tadi Pak Said Aqil dan Pak Haedar bisa hadir, dan dikatakan baru sekali ini Ketua PBNU dan Muhammadiyah hadir, ini suatu berkah bagi keluarga kami,” kata Puan menyampaikan sambutan keluarga.

Putri dari Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas ini mengatakan, keluarganya selama ini memang menganut nilai-nilai keislaman yang sesuai prinsip Islam Nusantara ala Nadhlatul Ulama, maupun Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah.

Baca juga :  Gelombang Pasang, Nelayan di Pantai Penimbangan Diminta Waspada

Puan menilai prinsip Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan bukan merupakan sesuatu yang harus dipertentangkan. Justru kedua falsafah itu bisa dikombinasikan menjadi “Islam Nusantara yang Berkemajuan”.

Dalam video yang sama, Said Aqil memuji almarhum Taufiq Kiemas sebagai sosok yang mempersatukan. ‘’Saya terkenang dengan Pak Taufiq Kiemas kepribadiannya sangat sabar, tangguh, mampu mempertemukan kelompok yang kadang berseberangan jauh,’’ kata Said Aqil.

Dia menyinggung kehadirannya di acara haul itu bersama-sama dengan Haedar Nashir. Pula mengakui kehadiran pimpinan PBNU dan Muhammadiyah di acara yang sama sangat jarang terjadi.

Namun ketokohan Taufiq Kiemas yang memang merangkul semua kalangan, sebutnya, bisa membuat Ketum PBNU dan Muhammadiyah sama-sama datang di acara haulnya. “Di haulnya saja, saya dan Ketum Muhammadiyah ketemu ya, Pak,” kata Said Aqil pada Haedar Nashir. Setelah Said Aqil, Haedar Nashir juga menyampaikan kesan-kesannya soal sosok almarhum Taufiq Kiemas.

Pemikiran Bung Karno
Pernyataan Puan bahwa ia dekat dengan ajaran Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan boleh jadi tidak berlebihan jika menilik pada pemikiran Soekarno, sang kakek. Sejak awal memimpin negeri ini, founding fathers memang banyak mengeluarkan pernyataan yang berkaitan dengan prinsip Islam Nusantara ala NU maupun Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah.

Pemikiran Bung Karno soal Islam Berkemajuan juga dapat dilihat dari tulisan-tulisannya. Selama menjalani hukuman di Ende, Nusa Tenggara Timur, Bung Karno melakukan korespondensi dengan Ahmad Hassan, seorang ulama modernis Islam terkenal dan tokoh organisasi Persatuan Islam (Persis).

Baca juga :  Pastikan Ketersedian Kebutuhan Pangan, Gubernur Koster Turun Langsung ke Banjar Serokadan, Abuan, Bangli

Surat menyurat antara keduanya berlangsung sejak 1 Desember 1934 hingga 17 Oktober 1936. Dalam salah satu suratnya Bung Karno menulis: “Islam is progress. Islam itu kemajuan”. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.