GIANYAR – Sejumlah orangtua siswa di Gianyar menilai pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen untuk SD dan SMP kurang efektif. Siswa belajar di sekolah hanya dua jam, lalu dilanjutkan belajar daring di rumah masing-masing. Hal itu diungkapkan salah satu orangtua siswa, I Nyoman Tambun, Rabu (24/3/2021).
Dia mendaku awalnya sangat mengharap PTM, karena kasihan melihat anaknya jenuh belajar daring. Namun, PTM yang terjadi tidak sesuai keinginan. “Siswa di sekolah hanya dua jam, harus antar-jemput tepat waktu. Sampai di rumah justru belajar lagi via daring,” ungkapnya.
Menurutnya, jika sistem PTM 50 Persen ini berjalan cukup lama, orangtua akan kewalahan. Alasannya, biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar minyak dan waktu relatif lebih banyak daripada belajar daring secara penuh. Jika mau PTM, dia berujar lebih baik jam belajar seperti saat situasi normal. “Misalnya tiga hari PTM, tiga hari daring. Saya yakin kalau ini dilakukan, bukan hanya orangtua siswa yang diringankan, tapi juga guru,” urainya.
Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, Wayan Sadra, minta orangtua siswa bersabar dahulu. Sebab, PTM dua jam ini baru tahap permulaan. Dia juga minta orangtua siswa terus menanamkan pemahaman protokol kesehatan (prokes) untuk anak-anaknya, supaya dalam tahap evaluasi ini PTM bisa berjalan sesuai harapan. “Saya harap orangtua siswa bersabar. Nanti setelah situasi kondusif, sistem 50 persen diubah menjadi sepenuhnya tatap muka,” pungkasnya. adi























