POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mendatangkan pelatih asal Iran, Erfan Heydaari, untuk meningkatkan kualitas atlet nomor kyorugi dalam menghadapi Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 dan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Erfan adalah mantan atlet tim nasional Iran periode 2017–2021 yang pernah meraih medali perak Kejuaraan Asia Senior 2018 dan perunggu Asian Club Championships dan Asian President’s Cup 2019.
“Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon memiliki misi besar untuk taekwondo Indonesia. Karena itu, kami diminta memantau peta kekuatan dunia untuk mencari pelatih terbaik yang dapat menangani pelatnas,” kata Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan kajian bidang pembinaan dan prestasi, lanjut Rafael, Iran dinilai memiliki perkembangan taekwondo yang pesat sehingga PBTI memutuskan mempercayakan penanganan nomor kyorugi kepada pelatih asal Iran.
PBTI saat ini menempa 31 taekwondoin dalam program pemusatan latihan nasional di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, yang terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae. Para atlet tersebut diseleksi berdasarkan hasil Kejuaraan Ksatria Nusantara Series di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.
Erfan mengatakan persiapan telah dilakukan sejak Februari sebagai bagian dari program jangka panjang taekwondo Indonesia untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
“Kami sudah mempersiapkan diri sejak Februari. Taekwondo Indonesia memiliki program jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya dan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships yang menjadi target pertama kami,” ujar Erfan.
Atlet kyorugi Muhammad Bassam Raihan mengaku makin termotivasi oleh kehadiran Erfan yang dinilainya memberikan banyak masukan untuk memperbaiki teknik, strategi, dan pola serangan.
“Saya melihat pelatih Iran ini cukup fleksibel dalam menangani atlet. Apalagi saya termasuk atlet senior, jadi Alhamdulillah saya makin bersemangat menjalani latihan. Saya juga semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Bassam, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Bassam akan menjadi salah satu andalan Indonesia pada kelas putra di bawah 68 kg dalam Asian Taekwondo Indonesia Open 2026. Sementara itu, atlet poomsae Andi Sultan Altaf Mirza optimistis naik podium di hadapan publik sendiri.
“Target saya adalah tampil total, mengeluarkan kemampuan secara maksimal, dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia. Memang tidak mudah meraih medali emas, tetapi tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Andi.
Asian Taekwondo Indonesia Open Championships edisi kedelapan akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus. Turnamen kategori G2 World Taekwondo yang diikuti 478 taekwondoin dari 36 negara itu menjadi salah satu ajang penting untuk mengumpulkan poin peringkat dunia untuk Olimpiade Los Angeles 2028. yes























