GIANYAR – Sekolah di Kabupaten Gianyar memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen, dengan secara teknis mengatur jumlah siswa dalam kelas. Setiap kelas yang jumlah siswanya lebih dari 20 orang, dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama belajar pukul 7.30 sampai 9.30, dan sesi kedua pukul 10.00 hingga 12.00. Kelas yang jumlah siswanya kurang dari 20 orang belajar sampai pukul 12.00.
“Teknis pengaturan PTM 50 persen disesuaikan sekolah masing-masing,” kata Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Sadra, Rabu (24/3/2021).
Lebih lanjut dipaparkan, siswa yang mengikuti PTM 50 persen wajib taat prokes meliputi cek suhu tubuh, wajib memakai masker dan menjaga jarak. Dalam PTM 50 persen secara teknis sudah diatur kantin tutup, karena siswa tidak ada jam istirahat. Penerapan PTM 50 persen ini mengacu Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan TA 2020/2021 pada masa pandemi Covid-19.
Sadra menyampaikan, di Gianyar terdapat 297 SD negeri dan swasta, serta 43 SMP negeri dan swasta. Sekolah ini dibimbing hampir lima ribu lebih guru PNS dan non-PNS. Terkait vaksinasi guru untuk mendukung PTM, Disdik melakukan koordinasi efektif dengan Dinas Kesehatan. Saat ini 60 persen guru di Gianyar telah mengikuti vaksinasi, sedangkan 40 persen lagi secepatnya akan divaksinasi. “Data guru yang belum divaksin sudah siap dan lengkap, tinggal jadwal divaksin saja,” tegasnya
Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen dan Kehumasan SMPN 1 Gianyar, I Ketut Sadia, menambahkan, persiapan untuk PTM dilakukan guru dan karyawan SMPN 1 Gianyar sejak November 2020, diawali dengan simulasi PTM. “Kami awali dengan penyemprotan desinfektan di kelas dan lingkungan sekolah, menyiapkan sarana prokes seperti face shield (pelindung wajah),hand sanitizer dibagikan selain siswa nanti bisa bawa sendiri,” ujarnya
PTM ini, jelasnya, memang diharap sebagian besar orangtua siswa di SMPN 1 Gianyar. Keinginan itu dilihat dari surat bermaterai oleh orangtua yang setuju anaknya mengikuti PTM. Dia menyebut yang setuju sekitar 80 persen, bagi yang tidak setuju pembelajaran tetap secara daring.
Dalam pembelajaran, seluruh siswa tetap menggunakan masker dan pelindung wajah, begitu juga para guru. Di samping itu seluruh warga sekolah harus rajin mencuci tangan, apalagi di SMPN 1 Gianyar disiapkan sejumlah tempat cuci tangan yang diyakini cukup untuk 1.000 lebih siswa puluhan guru.
“Tempat cuci tangan di depan kelas IX ada lima, kemudian di depan ruang UKS ada empat, di halaman ada empat. Jadi, cukup banyak dengan mengatur jarak, di samping penempatan penyanitasi tangan di depan kelas,” ulasnya.
Puru dan karyawan sekolah, lanjutnya, telah menjalani vaksinasi Covid-19, sehingga SMPN 1 Gianyar dipastikan siap membuka PTM. “Vaksinasi sudah semuanya, sudah divaksin yang kedua pula,” tandasnya.
Salah seorang siswi SMPN 1 Gianyar, Luh Putu Amelia Putri, mengaku sangat senang karena setelah sekian lama ditutup, sekolah bisa dibuka kembali. “Jadinya bisa ketemu sama teman-teman, belajar juga bisa secara langsung, jadi lebih masuk ke otak,” celoteh pelajar asal Banjar Bona Kelod, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar itu. adi























