Pelatih Siapkan Simulasi, Aries Susanti Manajer Timnas Panjat Tebing untuk Asian Games 2026

TIMNAS panjat tebing Indonesia, termasuk Manajer Tim Aries Susanti Rahayu (kedua kanan depan), foto bersama dengan CdM Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu (kedua kiri depan), di tempat Pelatnas panjat tebing di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menunjuk Aries Susanti Rahayu sebagai manajer Timnas panjat tebing Indonesia, menggantikan Wahyu Pristiawan Buntoro yang telah menjabat selama tiga bulan dalam masa transisi.

Saat dikonfirmasi, Aries menyatakan akan langsung bekerja dan membantu atlet mengikuti program latihan setelah jeda libur World Climbing Series. “Asian Games 2026 tinggal menghitung hari. Jadi, tidak ada waktu selain berlatih keras apalagi dalam kondisi yang serba terbatas,” katanya, Senin (27/7/2026).

Read More

Penunjukkan Aries dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor: 0711.1/SKP/PP.NAS/VII/2026 tentang Pelatnas Asian Games 2026 yang ditandatangani Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid pada 11 Juli 2026. Keputusan itu menempatkan Wahyu Pristiawan yang sebelumnya sebagai manajer timnas, kembali ke posisi semula sebagai Sekretaris Umum PP FPTI.

Siapkan Simulasi
Sementara itu, tim pelatih panjat tebing Indonesia menyiapkan sejumlah simulasi demi kesiapan sembilan atlet menuju Asian Games 2026. “Untuk simulasi, kami desain benar-benar kompetitif. Jadi sistem dan suasana kompetisi yang di luar negeri kami buat di pelatnas,” kata Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro.

Waktu persiapan efektif menuju pesta olahraga terbesar se-Asia itu, menurut Galar, hanya sekira sembilan pekan. Oleh sebab itu, program latihan dibagi ke dalam tiga tahap, yakni persiapan khusus, persiapan kompetisi, dan penempaan (tempering) akhir agar kondisi atlet mencapai puncak saat bertanding.

Federasi juga berencana mengundang pengurus provinsi guna mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk menciptakan atmosfer persaingan yang menyerupai ajang internasional selama simulasi berlangsung.

Pada pekan-pekan awal, tim pelatih tetap memprioritaskan peningkatan kondisi fisik sebelum beralih ke penguatan aspek teknik. Tahapan tersebut disusun agar sembilan atlet yang diproyeksikan tampil mampu menjaga performa hingga memasuki masa kompetisi.

Dia menyatakan, kesembilan atlet yang telah masuk skuad Asian Games tidak lagi dijadwalkan mengikuti kejuaraan internasional sebelum keberangkatan ke Jepang. Selain simulasi dalam pelatnas, khusus disiplin lead akan mengikuti satu turnamen nasional dalam waktu dekat.

Galar menilai disiplin lead sedang menunjukkan tren positif setelah Putra Tri Ramadani yang akrab disapa Srondeng, meraih medali emas World Climbing Series Praha di Ceko pada Juni lalu. “Dan kami syukuri Srondeng masih menjadi bagian dari atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia,” ucap Galar seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Melalui perkembangan tersebut, pelatih kepala itu optimistis tim panjat tebing Indonesia memiliki peluang besar bersaing di Aichi-Nagoya. Timnas pun memasang target minimal membawa pulang dua medali emas dari cabang olahraga panjat tebing pada Asian Games 2026. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.