Politik Uang Lahirkan Penguasa Korup, Panwascam Wajib Tuntas Pengawasan

  • Whatsapp
ANGGOTA Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, membawakan materi tentang pengawasan tahapan pilkada, terutama menyangkut pencegahan praktik politik uang oleh paslon di Pilkada 2020, Kamis (5/11/2020). Foto: gus hendra
ANGGOTA Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, membawakan materi tentang pengawasan tahapan pilkada, terutama menyangkut pencegahan praktik politik uang oleh paslon di Pilkada 2020, Kamis (5/11/2020). Foto: gus hendra

DENPASAR – Yang acapkali dijadikan justifikasi penguasa untuk menyalahgunakan wewenang yakni besarnya biaya yang digunakan untuk proses elektroral. Karena itu, kejahatan tertinggi dalam pemilu adalah terjadinya praktik politik uang. “Kenapa demikian? Karena politik uang akan melahirkan penguasa yang korup. Bayangkan penguasa begitu memimpin selama lima tahun,” seru anggota Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, dalam rapat koordinasi meningkatkan kapasitas kehumasan di jajaran Bawaslu Denpasar, Kamis (5/11/2020).

Menurut Rudia, penguasa yang lahir dari proses tidak benar akan memikirkan berapa besar dana kampanye yang dikeluarkan. Sebagai kompensasi biaya tersebut, sebutnya, saat menjabat dia akan melakukan praktik koruptif. Misalnya jual-beli jabatan, bagi-bagi proyek untuk para pendukung, dan pelanggaran hukum lainnya.

Bacaan Lainnya

“Itulah kenapa regulasi Undang-Undang Pilkada selalu fokus kepada sanksi politik uang untuk mendapat hukuman berat. Sebab, ini merusak demokrasi kita,” tegasnya.

Selama tahapan pilkada, jelasnya, jajaran panwascam memiliki kewajiban tinggi untuk melakukan pengawasan terhadap berlangsungnya kampanye. Jangan sampai terjadi politik uang tanpa sepengetahuan panwascam. Ketika melakukan pengawasan, serunya, anggota panwascam wajib menuntaskan tugasnya sampai benar-benar selesai. Hal ini dia tekankan karena ada satu contoh kasus praktik politik uang di Bali yang, meski bukti videonya ada, tidak bisa dilanjutkan ke proses hukum.

Baca juga :  Hindari Covid-19, Satgas Ingatkan Masyarakat Bali Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

“Videonya ada, tapi panwascamnya tidak menelusuri saat kejadian ke mana aliran uang itu. Jadi, ya, meski perbuatannya terbukti tapi barang bukti tidak ada, perkaranya tidak bisa berlanjut,” sesalnya tanpa bersedia merinci di daerah mana temuan itu terjadi.

Dalam kondisi normal saja, imbuhnya, politik uang rentan menggoda banyak pihak untuk menerima. Apalagi dalam kondisi guncang ekonomi akibat pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang butuh uang tunai seperti ditawarkan oleh pihak-pihak tertentu. Mencegah praktik politik kotor semacam itu, Rudia mengingatkan agar panwascam tidak ragu-ragu bertindak di lapangan.

“Bila perlu jangan minta konsumsi kepada yang kampanye, bawa minuman sendiri. Jangan sampai nanti pas dihitung dana kampanye paslon itu, konsumsi untuk rekan-rekan panwascam dimasukkan juga ke dalamnya,” kelakar mantan jurnalis itu.

Terkait peningkatan kemampuan kehumasan, Ketua Bawaslu Denpasar, I Putu Arnata, berkata fungsi humas adalah membawa citra lembaga. Bagus atau tidak citra lembaga tersebut bergantung dari peranan petugas humas. “Humas harus dapat memberi penjelasan yang baik agar dapat diterima publik. Juga harus punya imajinasi, mampu mengomunikasikan secara lugas dan jelas dengan integritas personal,” pesannya.

Rakor kehumasan tersebut menghadirkan narasumber Agus Putra Mahendra dari media posmerdeka.com yang membawakan materi penulisan berita terkait tugas pengawasan. Bawaslu Denpasar mendatangkan jurnalis sebagai narasumber, karena menginginkan format laporan pengawasan dibuat selayaknya berita di media massa. Selain itu, panwascam juga wajib memberitakan kegiatan pengawasan yang dijalankan di akun media sosial masing-masing.

Baca juga :  TP PKK Gianyar Borong Empat Gelar Juara, Jambore PKK Provinsi Bali

“Informasi yang disampaikan ke publik harus dirancang seperti dibuat jurnalis. Jadi, bukan sekadar ada tulisan saja. Yang termasuk baik menulis berita tentang lembaga itu dari Bawaslu Jembrana, Bawaslu Bangli, dan Bawaslu Karangasem,” imbuh Rudia. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.