Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pembunuhan di Banjar, Buleleng

  • Whatsapp
TERSANGKA Suarsana duduk sambil nunduk memakai baju tahanan saat berada di Mapolsek Banjar, Selasa (9/2/2021). Foto: ist
TERSANGKA Suarsana duduk sambil nunduk memakai baju tahanan saat berada di Mapolsek Banjar, Selasa (9/2/2021). Foto: ist

BULELENG – Jajaran Polsek Banjar meringkus pelaku penganiayaan yang berujung tewasnya Kadek Sutarjana (53) warga Desa Banjar, Buleleng, pada Senin (8/2/2021) malam hari. Pelakunya yakni Ida Kade Suarsana (39) warga Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski polisi telah meringkus dan menetapkan Suarsana sebagai tersangka, namun Unit Reskrim Polsek Banjar masih mendalami motif aksi penganiayaan maut yang menewaskan korban Sutarjana dengan keji, dengan memintai keterangan tersangka Suarsana. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pentungan kayu sepanjang 50 sentimeter yang digunakan memukul korban hingga tewas, termasuk barang bukti pecahan pot dan setengah botol minuman arak, dan satu buah speaker aktif.

Bacaan Lainnya

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Banjar, Kompol Made Agus Dwi Wirawan, mengatakan, setelah peristiwa keji itu, polisi sempat mengejar tersangka ke kedimannya di Desa Joanyar namun tersangka tak ada di tempat. Pelaku melarikan diri usai menghabisi nyawa temannya yang sebelumnya diajak tersangka minum-minuman keras.

Berkat informasi masyarakat, Agus Dwi berkata, polisi menerima informasi jika tersangka Suarsana berada di kediaman keluarganya di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt. Seketika, polisi langsung menuju lokasi. Bahkan, tersangka Suarsana sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi sebelum berhasil ditangkap.

Baca juga :  Wahana Swafoto Desa Wanagiri Masih Ditutup, Pengelola Harap Segera Dibuka, Tunggu Restu Pusat

Saat berhasil ditangkap, tersangka Suarsana dibawa ke Mapolsek Banjar dalam keadaan mabuk berat. “Kami amankan tsrsangka di rumah kakaknya yang masih dalam proses pembangunan. Tersangka kami temukan bersembunyi dalam kamar,” kata Agus Dwi, Selasa (9/2/2021).

Penyidik Unit Reskrim Polsek Banjar masih melakukan pendalamam terkait dengan proses kaburnya tersangka dari TKP sampai bersembunyi di wilayah Desa Bubunan. “Kami juga masih selidiki, apakah ada orang lain yang ikut membantu korban melarikan diri atau tidak,” ujar Agus Dwi.

Sejauh ini, tersangka Suarsana masih dalam pemeriksaan untuk dimintai keterangan. Bahkan, polisi juga masih memeriksa beberapa keterangan saksi lainnya termasuk istri korban, Ketut Widani. “Sejauh ini pemeriksaan masih kami lakukan. Kemarin tersangka belum bisa kami mintai keterangan karena masih mabuk. Istri korban masih syok. Kami baru hanya memintai keterangan rekan tersangka saja,” jelas Agus Dwi.

Dari keterangan awal diperoleh dari istri korban, jika perisitiwa maut itu terjadi akibat korban dan tersangka sempat terlibat cekcok mulut dan saling tarik menarik uang pecahan Rp100 ribu. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab cekcok tersebut dan asal uang yang jadi perebutan itu.

“Kami belum tahu uang itu untuk apa, dan kenapa sampai terjadi tarik menarik uang. Masih dalam pemeriksaan. Terkait dengan pasal, masih belum ditentukan, apakah pembunuhan berencana, atau penganiayaan hingga membuat korban meninggal. Selain itu, kami juga masih menunggu hasil visum korban,” pungkas Agus Dwi.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Tembus 80,86%, Transmisi Lokal Masih Jadi Ancaman

Sebelumnya, Kadek Sutarjana (53) tewas mengenaskan dihalaman rumahnya setelah dianiaya oleh rekan minumnya Ida Kade Suarsana (39) memakai pentungan kayu, pada Senin (8/2/2021) sekitar pukul 16.30 Wita. 

Peristiwa berdarah ini, berawal dari korban Sutarjana pesta minuman keras dan karaoke bersama pelaku Suarsana diteras rumahnya. Saat pesta miras tersebut, terjadi cekcok antara korban dan pelaku, sehingga memicu pertengkaran tersebut yang berujung tewasnya korban.

Akis itu dilakukan pelaku dihadapan istri korban yakni Ketut Widani, yang baru pulang usai memasang nomor togel. Melihat suaminya dipukuli, Widani yang dalam kondisi ketakutan lari ke luar rumah sembari berteriak meminta tolong kepada tetangga. Saat kembali, Widani mendapati suaminya terkapar bersimbah darah di halaman rumah dengan luka berat pada bagian kepala. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.