PMI NTB Diimbau ke Malaysia Gunakan Prosedural, Jamin Penanganan Korban Jadi Perioritas

KADISNAKERTRANS Gede Putu Aryadi (kiri) saat berdiskusi dengan Ketua APPMI NTB, HM. Muazzim Akbar (tengah) beberapa hari lalu. Foto: ist
KADISNAKERTRANS Gede Putu Aryadi (kiri) saat berdiskusi dengan Ketua APPMI NTB, HM. Muazzim Akbar (tengah) beberapa hari lalu. Foto: ist

MATARAM – Pemprov NTB memastikan akan bergerak cepat menangani Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kapal tenggelam, di Perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Itu menyusul, keselamatan para PMI tersebut menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menangani dan menjamin keselamatan warga NTB dalam musibah tersebut. ‘’Kami terus berkoordinasi, dengan berbagai pihak, baik itu TIM SAR, TNI AL Kota Batam, dan Pemerintah Kepulauan Riau,’’ tegas Gede, Sabtu (18/6/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut mantan Kadis Kominfotik NTB itu, pihaknya juga terus menelusuri identitas korban. Hal ini, agar dapat diketahui tujuan dan pihak pengirim hingga prosedur pemberangkatannya. ‘’Informasi yang kami peroleh dari tim di lapangan, para korban berangkat tanpa diketahui oleh kades dan kadus, dan kami terus mendalaminya,’’ katanya.

Kapal yang mengangkut 30 orang PMI tersebut bergerak dari Pantai Nongsa dengan tujuan Malaysia. Sebanyak 23 orang yang selamat setelah dievakuasi. Mereka semua merupakan warga asal Lombok, NTB. ‘’Ada 23 orang yang dapat diselamatkan oleh pihak setempat, kini dilakukan pemulihan kondisi di Lanal Kota Batam,’’ ujar Aryadi.

Para korban berasal dari Lombok Timur 6 orang, Lombok Tengah 15 orang, dan Lombok Barat sebanyak 2 orang. Menurutnya, proses penyelamatan menjadi prioritas utama. Di mana, penumpang yang belum ditemukan masih dalam proses pencarian oleh TNI AL, Tim SAR dan masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari BP2MI, Kamis (16/6/2022), sekitar pukul 19.30 WIB, speed boat mesin 200 pk x 2 tersebut menabrak kayu sehingga bocor dan tenggelam. Kendati demikian, Gede mengimbau, jika ada warga yang merasa ada keluarga berangkat ke Malaysia melalui jalur ilegal melewati Batam silakan melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja setempat atau ke BP2MI.

‘’Kalau ada yang merasa keluarganya berangkat ke Malaysia melalui jalur nonprosedural, silahkan melaporkan ke kami atau ke BP2MI, karena kami juga sulit untuk melacak keberadaan mereka,’’ papar dia.

Menurut Gede, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat, agar jika ingin bekerja sebagai PMI melalui prosedur yang telah ditentukan.  ‘’Kami telah mendapat arahan dari Gubernur NTB dan Wagub untuk memprioritaskan dulu keselamatan dan pemulihan korban pascamusibah tersebut,’’ tandas dia. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses