MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengaku bersyukur atas naiknya elektabilitas PKS dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Kenaikan elektabilitas tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi kader PKS di semua wilayah Indonesia, untuk memperjuangkan Habib Salim Segaf Aljufri sebagai salah satu capres alternatif untuk Pilpres 2024 mendatang.
“Pertama, Alhamdulillah. Survei itu cermin dan cambuk. Cermin jika hasilnya naik untuk terus bekerja, dan cambuk jika hasil survei turun. Yang pasti pilihan ke Salim sebagai capres yang diputuskan Majelis Syuro PKS harus terus dilakukan,” kata Zulkieflimansyah saat mengisi dialog di stasiun televisi nasional JakTV, Senin (11/10/2021).
Untuk diketahui, dalam survei pada 21-28 Mei 2021, elektabilitas PKS di angka 4,6 persen. Di survei teranyar yang dilakukan pada 15-21 September 2021, PKS mendapat elektabilitas 6 persen. Menurut Bang Zul, sapaan akrabnya, perjalanan PKS masih panjang. 2,5 tahun bukan waktu yang pendek, dan yang terpenting bekerja untuk rakyat. “Apalagi di masa pandemi (seperti sekarang),” tegasnya.
Dia menilai partai politik harus jitu memilih calon presiden selanjutnya. Karena itu, sangat wajar jika banyak partai yang mencalonkan kader mereka. Hal ini lantaran Pileg dan Pilpres bersamaan waktu pemilihannya. Penting bagi parpol memilih capres yang akan menang, karena 65 persen akan memilih parpol pendukung capres pemenang. Maka pilihan PKS mengusung Salim disebut sebagai upaya untuk menaikkan elektabilitas partai.
Lebih jauh diuraikan, PKS menyatakan terus menjalin komunikasi terkait hal itu. Saat ini, PKS memperjuangkan Habib Salim Segaf Aljufri. “PKS akan terus membuka komunikasi dengan semua pihak. Dan untuk saat ini akan terus berjuang menampilkan kader partai, Habib Salim Segaf Aljufri, sebagai tokoh nasional,” tandas Zulkieflimansyah. rul
























