PKB Agendakan Buka Puasa Bersama di Puri, Optimis PDIP “Tidak Ganggu” di Pileg 2024

  • Whatsapp
BAMBANG Sutiyono (dua kanan) menunjukkan sertifikat sebagai legalitas caleg PKB pada Pemilu 2024 mendatang. PKB ingin mengulangi nostalgia pernah mendapat sejumlah kursi di Bali pada Pemilu 1999 silam. Foto: hen
BAMBANG Sutiyono (dua kanan) menunjukkan sertifikat sebagai legalitas caleg PKB pada Pemilu 2024 mendatang. PKB ingin mengulangi nostalgia pernah mendapat sejumlah kursi di Bali pada Pemilu 1999 silam. Foto: hen

DENPASAR – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) punya sejarah politik menggembirakan pada Pemilu 1999 di Bali, dengan mampu merebut sejumlah kursi di legislatif. Kenangan itu hendak dihadirkan kembali pada Pemilu 2024, dengan salah satu strateginya yakni memakai pendekatan budaya.

“Kami akan masuk ke puri-puri untuk membuat acara buka puasa bersama. Sementara baru satu puri kami datangi,” kata Ketua DPW PKB Bali, Bambang Sutiyono, dalam temu media di Denpasar, Senin (12/4/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Bambang, PKB merupakan partai berkarakter Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, dengan anggota yang punya budaya selametan dan weton. “Warga PKB biasa kumpul untuk menyama braya, dan kami bangga dianggap sebagai nyama selam (saudara beragama Islam) di Bali,” sebutnya didampingi Dewan Syuro, Hasan Isak.

Meski Pemilu 2024 masih lama, Bambang berujar sengaja hadir lebih awal agar dapat mengabdi untuk Bali. Audiensi dan safari politik ke sejumlah pihak juga dilakukan untuk kian mengenalkan PKB di mata publik. Selain itu, partai yang dinakhodai Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini juga membuka pencalegan secara dini untuk menjadi caleg di semua tingkatan.

“PKB pernah dapat suara besar di Bali, jadi wajar kami ingin mengulang nostalgia itu pada pemilu mendatang. Berbeda ceritanya kalau belum pernah dapat sama sekali,” ulasnya.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Uji Coba Jalur Angkutan Trans Metro Dewata Terintegrasi

Bahwa suara PKB melorot drastis di Bali, Bambang tak sungkan mengakui karena dulu yang menjadi anggota Dewan lupa mengurusi basis massa. Misalnya abai mengurus KTP pada saat menjelang pemilihan. Ada juga lantaran warga Nahdliyin sebagai basis massa tradisional PKB beralih ke partai lain.

“Kami jualannya itu agar warga Nahdliyin ayo kembali ke rumah lama. Warga NU itu secara tradisi ke PKB,” urainya.

Menyangkut adanya isu keinginan sejumlah kader menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB), Bambang menjelaskan Musyawarah Wilayah (Muswil) serentak sudah terlaksana pada 16 Januari. Kata dia, pasti ada saja pihak yang tidak puas dengan hasilnya. Namun, dinamika internal itu menjadi sedikit meletup karena ada konflik internal secara terbuka di Partai Demokrat, yang dia istilahkan “partai sebelah”.

“Karena ada prahara di sebelah, itu merembet ke PKB. Yang tidak dapat (posisi) di muswil mulai menyuarakan ketidakpuasan,” terangnya.

Dalam pandangannya, PKB Bali akan baik-baik saja, tidak ikut bergejolak seperti di tempat lain. Alasannya, dia dipilih secara aklamasi oleh peserta Muswil. Karena itu, sambungnya, gagasan MLB itu hanya dipakai momentum saja oleh pihak internal yang tidak puas dengan kondisi sekarang.  Namun, karena pemerintah bersikap tegak lurus dengan aturan dalam melihat konflik internal Demokrat, dia merasa PKB juga akan aman-aman saja menghadapi gejolak di dalam.

Baca juga :  Pimpin Apel HUT ke-75 RI, Rai Mantra Ajak Tingkatkan Kreativitas Untuk Indonesia Maju

Walau sejauh ini PKB terbilang partai marjinal di Bali, Bambang mendaku PKB merupakan satu-satunya partai yang semua paslon yang didukung menang pada Pilkada 2020 lalu. Hanya, dia mengakui sejauh ini PKB belum memiliki tokoh solidarity maker sekelas Gus Dur. Termasuk belum ada tokoh di Bali yang bisa menjadi vote getter dalam Pemilu 2024 nanti. “Yang jelas kami tetap jualan Ketum kami, Cak Imin,” ucapnya tertawa.

Apa tidak gentar dengan PDIP yang menguasai jalur legislatif dan eksekutif di Bali? Menurut Bambang, PKB memiliki rekam jejak politik manis dengan Ketua DPD PDIP Bali yang juga Gubernur Bali, I Wayan Koster. “PKB mendukung beliau dulu saat Pilgub 2018. Minimal kami berharap kami tidak diganggu saat Pileg nanti,” tandasnya tersenyum. hen/alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.