Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Ukir Sejarah Lolos ke Semifinal Usai Singkirkan Vietnam

PEMAIN Timnas Futsal Indonesia Ardiansyah Nur (kedua dari kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya usai mencetak gol ke gawang Timnas Vietnam pada pertandingan perempat final AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam. foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Indonesia mengukir sejarah lolos ke semifinal Piala Asia Futsal 2026, setelah menyingkirkan Vietnam 3-2 pada babak perempatfinal, di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam. Dalam babak semifinal, Indonesia akan menghadapi Jepang, Kamis (5/2/2026) malam pukul 20.00 WITA.

Tiga gol dari Wendy Brian Ick, Ardiansyah Nur dan Reza Gunawan membawa Indonesia menghentikan Vietnam yang mendapatkan dua gol dari Nguyen Da Hai. Ini pencapaian terbaik Indonesia pada Piala Asia Futsal setelah perempatfinal edisi 2022 di Kuwait

Bacaan Lainnya

Indonesia membuka skor pada menit keempat dari gol Wendy Brian Ick setelah menerima umpan dari Ardiansyah Nur. Vietnam mengancam dari tendangan Nguyen Da Hai, namun kiper Indonesia Ahmad Habiebie menghalaunya.

Indonesia menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-11 setelah umpan Rio Pangestu dikonversi Ardiansyah Nur menjadi gol. Vietnam hampir memperkecil ketertinggalan setelah tendangan Vu Ngoc Anh melenceng.

Vietnam akhirnya memperkecil ketertinggalan pada babak kedua menit ke-25 melalui gol Nguyen Da Hai dalam serangan balik cepat yang mengubah kedudukan 1-2.

Indonesia tak tinggal diam dan berhasil memulihkan keunggulan dua gol pada menit ke-26 berkat gol Reza Gunawan. Ahmad Habibie dua kali melakukan penyelamatan gemilang kala menghalau tembakan Chau Doan Phat.

Vietnam mulai menerapkan power play ketika pertandingan menyisakan lima menit. Mereka memperkecil skor menjadi 2-3 pada menit ke-36 dari gol kedua Nguyen Da Hai. Vietnam terus berupaya menyamakan kedudukan, namun hingga laga usai, skor 3-2 untuk Indonesia bertahan.

Belum Puas
Usai laga, Pelatih Timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku belum puas dengan penampilan timnya meski menang atas Vietnam. Dari hasil laga, memang bikin senang. Tapi soal performa tim, dia tak puas karena mengharapkan timnya bermain lebih baik.

“Saya tidak puas dengan performa tim. Saya selalu berbicara soal performa dan hasil. Dari sisi hasil, tentu saya sangat senang. Tapi dari sisi performa, ini bukan performa yang saya inginkan. Saya mengharapkan tim yang jauh lebih dominan,” kata Souto, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Garuda bermain sangat baik pada babak pertama dengan mencetak dua gol yang dibuat Wendy Brian Ick dan Ardiansyah Nur. Permainan solid pada paruh pertama tak dapat dilanjutkan Indonesia. Souto menyebut timnya memulai babak kedua dengan “tertidur”.

Pada babak kedua Indonesia dibobol Nguyen Da Hai. Satu menit kemudian, keunggulan dua gol Indonesia terjaga saat Reza Gunawan menyambut umpan datar rekannya di sisi kanan.

Gol itu memantik Vietnam untuk lebih berani mengambil risiko dengan memainkan power play. Taktik ini membuat peringkat keempat Piala Asia Futsal 2016 itu mencetak gol keduanya, juga dari Da Hai, pada menit ke-36. “Para pemain tidak tampil baik, ada ketidaksambungan selama tiga sampai lima menit pertama,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.

“Saya pikir Vietnam bermain jauh lebih baik dari kami. Kami hanya lebih baik dari mereka dalam situasi bola mati, dan ini bukan tipe permainan yang saya inginkan dari tim nasional Indonesia,” tambah Souto seraya menyebut jalannya laga mirip dengan pertandingan melawan Vietnam dalam SEA Games 2025 di Thailand, saat Indonesia kalah 0-1. “Saat itu mereka menang 1-0, tetapi kami bermain jauh lebih baik dari mereka,” imbuhnya.

Souto berharap dalam semifinal permainan timnya membaik karena akan menghadapi lawan lebih kuat, yaitu Jepang yang empat kali menjuarai Piala Asia Futsal. “Saya harap ini hanya terjadi hari ini, karena di semifinal sudah menunggu Jepang. Saya tahu Jepang menang, dan saya pikir kami punya peluang untuk mengalahkan mereka. Tidak banyak, tetapi kami punya peluang,” ucap Souto.

Pelatih berusia 44 tahun itu menginginkan permainan timnya terus membaik karena jika terus seperti ini, dalam dua tahun ke depan ketika Piala Asia Futsal 2028 menjadi ajang kualifikasi Piala Dunia Futsal 2028, timnya tak akan sanggup bermain dalam pesta terakbar futsali itu.

“Memang benar, jika ini adalah tahun Piala Dunia, kami akan lolos. Tetapi juga benar bahwa jika kami tidak meningkatkan performa dalam dua tahun ke depan, kami tidak akan mencapai Piala Dunia,” pungkas Souto. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses