GIANYAR – Inspektorat Kabupaten Gianyar meluncurkan program inovasi bernama “Astama Aman”. Astama merupakan kepanjangan dari Asistensi Tanggal Lima, atau jika dalam Bahasa Kawi berarti sungguh-sungguh.
Aman dikenal sebagai jargon Kabupaten Gianyar di bawah kepemimpinan Bupati “Agus” Mahayastra dan Wakil Bupati Agung Mayun. Astama Aman berarti asistensi oleh Inspektorat kepada semua UPB (unit pengelola barang yang di dalamnya ada OPD/bagian, termasuk sekolah dan puskesmas) di lingkungan Pemkab Gianyar.
Inspektur Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, mengatakan, program ini digagasnya karena ingin personel Inspektorat memiliki kepekaan terhadap permasalahan di OPD. Terutama masalah aset, pelaporan keuangan dan lain-lain. Dia ingin jajarannya menjadikan permasalahan yang dihadapi OPD sebagai permasalahan bersama.
“Kalau ada kendala pada laporan keuangan, jangan menganggap itu ranah hanya di BPKAD, atau masalah kepegawaian hanya ranah BKPSDM. Saya ingin jajaran Inspektorat memiliki kepekaan itu,” tegasnya.
Asistensi setiap tanggal lima, sambungnya, akan dilakukan serentak seluruh personel Inspektorat dengan turun ke OPD/bagian/UPTD. Dia ingin memastikan semua OPD telah melakukan rekon, pencatatan aset, dan pencatatan transaksi keuangan. Untuk OPD penghasil, apakah setiap pemasukan tercatat harian, karena di sana ada celah korupsi yang harus diantisipasi.
Hasil asistensi akan dibawa dalam forum diskusi di Inspektorat, dan setiap bulan Inspektorat akan memetakan permasalahan yang ditemukan saat asistensi. Secara perdana, urainya, kegiatan dilakukan pada Senin (6/3/2023). Astama Aman dilakukan tanggal 6 karena tanggal 5 merupakan hari libur.
Inspektur yang biasa disapa Ngurah Bem itu menegaskan, tujuan program ini adalah bagaimana Inspektorat bisa hadir bukan hanya sebagai pemeriksa, tapi mampu memberi solusi terkait permasalahan OPD.
Intinya, dia ingin mencegah kendala yang mungkin timbul setiap pemeriksaan oleh BPK setiap tahun. Sebab, lebih sering kendala tersebut muncul karena ketidaktahuan dan kurang telitinya OPD, bukan karena kesengajaan.
Melalui Astama Aman ini, dia berharap semua OPD tidak menghadapi kendala lagi dalam pelaporan keuangan, pencatatan aset dan berbagai permasalahan lainnya. Sesuai instruksi Bupati, setiap OPD akan diberikan rapor.
“Indikatornya telah kami susun dan akan diserahkan Bupati saat HUT Kota nanti tanggal 19 April. OPD terbaik akan mendapat reward (hadiah) dan yang paling kecil nilainya tentu juga akan mendapat punishments (sanksi),” tandasnya. adi
























