POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kerja Panitia Musda Partai Golkar Bali 2025 sejak beberapa hari terakhir berakhir kurang menyenangkan. Alih-alih berjalan sesuai jadwal tanggal 23 Mei nanti, pelaksanaan ditunda gegara tersendat oleh instruksi mendadak DPP Partai Golkar, Selasa (20/5/2025) tengah malam. Karena Ketua Umum Bahlil Lahadalia tidak bisa datang, persiapan di lokasi yang mencapai 90% mesti dilepas begitu saja.
Ketua Panitia Pengarah Musda Partai Golkar Bali, Dewa Suamba Negara, menyatakan Musda ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dia juga mengklaim penundaan tidak ada unsur politis sama sekali. Ini semata-mata karena komitmen Ketua Umum ingin hadir di Musda seluruh provinsi di Indonesia.
Karena kebetulan beliau tanggal 23 Mei tidak bisa hadir, makanya ditunda. Musda di NTB tanggal 24 Mei juga ditunda. Mohon maaf Ketua DPD, Pak Sugawa Korry, tidak bisa hadir sekarang karena ada kegiatan lain untuk partai,” sebutnya saat jumpa media di DPD Partai Golkar Bali, Rabu (21/5/2025).
Sebagai bukti penundaan ini memang mendadak, Suamba berujar panitia sudah menindaklanjuti instruksi melaksanakan Musda dengan membooking hotel Grand Hyatt Nusa Dua. Atribut dipasang, pembayaran sesuai perjanjian dengan hotel juga sudah jalan, karena panitia bekerja sejak dibentuk jauh hari. Namun, Selasa (20/5/2025) pukul 23.45, Sugawa Korry menerima telepon dari Sekjen Partai Golkar, Muhamad Sarmuji. Sugawa diberitahu Musda di Bali ditunda karena Bahlil ada kesibukan sebagai menteri.
“Penundaan ini penting disampaikan, karena di berita semua menyebut tanggal 23 Mei. Sekaligus kami permaklumkan diundur sampai waktu kemudian,” lugasnya.
Sumba Negara kembali menegaskan penundaan tidak ada kaitan dengan kuatnya arus dukungan kepada Gde Sumarjaya Linggih sebagai penantang Sugawa Korry, dalam perebutan Ketua DPD. Bahkan Sugawa memerintah mempersiapkan yang terbaik untuk Musda. Salah satunya memilih hotel dengan harga cukup mahal, meski kemudian harus batal walau sudah membayar sebagian kewajiban. “Tidak pernah ada pernyataan (penundaan) karena ini dan itu. Buktinya panitia bergerak,” cetusnya.
Komite Organisasi Musda, Komang Suarsana, menambahkan, persiapan sudah berjalan 90%. Bahkan rencananya gladi kotor dilakukan pada Rabu (21/5/2025) pagi. Dia juga sudah rapat secara virtual dengan DPP agar pelaksanaan Musda sesuai standar maksimal, karena Ketua Umum ingin standar maksimal. “Kami cari lokasi yang premium, bahkan teman-teman media sudah kami siapkan press room. Tapi ya..,” imbuhnya dengan nada datar.
Berhubung perintah penundaan disampaikan tengah malam, dia saat itu juga berkoordinasi dengan panitia untuk membatalkan undangan yang terkirim. Termasuk membatalkan agenda pengamanan oleh kepolisian.
Disinggung berapa nilai kerugian material dari penundaan ini, Suarsana menepisnya. “Kami tidak dalam perhitungan untung atau rugi. Ini risiko mempersiapkan maksimal sesuai perintah DPP, jadi ya harus jalan,” tandasnya. hen
























