POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sedang dalam posisi diuntungkan dalam kandidasi Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih mesti menangguhkan hasrat bertempurnya dalam Musda Golkar Bali 2025. Selembar surat dari DPP Partai Golkar yang diteken Waketum Kahar Muzakir dan Sekjen Muhamad Sarmuji, membuat pelaksanaan Musda mesti ditahan “sampai dengan ada pemberitahuan/penetapan selanjutnya”.
Kecewakah politisi yang akrab disapa Demer itu akibat molornya jadwal Musda? “Nggak. Ketum lagi ada jadwal rapat terbatas sebagai menteri, dan ada tugas dari Presiden, sehingga tidak bisa datang. Makanya menunda Musda di Bali dan NTB. Ini artinya Ketum mendahulukan tugas negara daripada tugas partai,” jawabnya saat dihubungi, Rabu (21/5/2025) malam.
Disinggung surutnya waktu Musda bisa berdampak pada merosotnya euforia para pendukungnya sebagai Ketua DPD Partai Golkar kelak, Demer menyatakan keyakinan tidak ada pengaruhnya. Dia menilai dukungan dari DPD Golkar kabupaten/kota yang dialamatkan kepadanya saat ini, semata-mata karena untuk kepentingan lebih besar, yakni demi Partai Golkar. Walaupun Musda diundur waktunya, Demer yakin barisannya tetap solid sampai waktunya tiba.
“Saya yakin akan solid, karena persoalannya adalah kepercayaan bahwa saya mampu membawa Golkar Bali lebih baik ke depan. Kalau sayang Golkar, maka mencari orang yang mampu membawa Golkar ke arah lebih baik. Kalau tidak sayang, ya akan dibiarkan begitu,” cetusnya diplomatis.
Digoda apakah pernyataan terakhir itu berarti kalau sayang Golkar pasti akan memilih dia sebagai Ketua DPD, Demer hanya tertawa. “Yaa silakan artikan sendirilah,” elaknya terkekeh.
Di kesempatan terpisah, Ketua Panitia Pengarah Musda Partai Golkar Bali, Dewa Suamba Negara, menilai wajar pemilik hak suara mulai menyatakan dukungan ke Demer. Sebab, adanya dukungan minimal 30% merupakan salah satu syarat untuk bisa menjadi calon Ketua. Siapapun yang ingin maju, tentu harus menggalang dukungan sejak awal. “Pak Sugawa juga mencari dukungan dengan caranya sendiri, dan ini sudah berjalan,” terangnya di DPD Partai Golkar Bali. “Tapi kompetisi tidak ada kaitan dengan penundaan Musda ya,” imbuhnya.
Soal kandidat Ketua DPD, Suamba Negara menegaskan sampai sekarang belum ada calon resmi. Sebab, pintu pendaftaran memang belum dibuka. Kalau ada yang mendaftar, panitia akan memverifikasi siapa saja calonnya. Bahwa ada kubu yang menyatakan di media massa mendukung pihak tertentu, dinilai sah-sah saja. “Yang jelas sejauh ini belum ada calon resmi,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan mengenai Ketua Umum Bahlil Lahadalia berharap Musda memilih Ketua DPD secara aklamasi, Suamba Negara membenarkan. Hanya, buru-buru ditambahkan, bukan berarti itu otomatis menghalangi jika kemudian ada kompetisi. “Diharap aklamasi, tapi disilakan secara demokratis jika tak bisa musyawarah mufakat,” terangnya.
Seperti apa skenario yang dibayangkan jika kemudian tidak bisa dengan aklamasi? “Tidak ada skenario apa-apa. Kalau lebih dari satu ya kompetisi. Kita taat juklak saja,” kelitnya memungkasi. hen
























