Peringati Hari AIDS Sedunia, KPA Denpasar Bagikan Bunga, Akhiri HIV/AIDS Perlu Upaya Semua Pihak

KPA Kota Denpasar peringati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2020 dengan membagikan bunga mawar dan brosur kepada kepada masyarakat yang melintas di perempatan patung Catur Muka Denpasar, Selasa (1/12/2020). Foto: tra
KPA Kota Denpasar peringati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2020 dengan membagikan bunga mawar dan brosur kepada kepada masyarakat yang melintas di perempatan patung Catur Muka Denpasar, Selasa (1/12/2020). Foto: tra

DENPASAR – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar peringati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2020 dengan membagikan bunga mawar dan brosur kepada kepada masyarakat yang melintas di perempatan patung Catur Muka Denpasar, Selasa (1/12/2020). Selain itu, mereka juga membagikan pita merah sebagai bentuk kepedulian terhadap penyebaran virus HIV/AIDS yang hingga kini masih menghantui masyarakat. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mematuhi prokes pencegahan Covid-19.

Sekretaris KPA Kota Denpasar, Tri Indarti, mengatakan, HAS 2020 mengangkat tema “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas: 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030’”. Sebagaimana tema HAS, sambung Tri Indarti, peringatan HAS 2020 ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat umum, untuk dapat bergerak bersama-sama dalam memutus mata rantai penularan HIV dan saling bahu-membahu tolong-menolong, serta bersinergi melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS secara masif.

Read More

‘’Momentum peringatan HAS 2020 bisa dimanfaatkan untuk mengajak seluruh stakeholder agar berkomitmen bersama melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Denpasar, peningkatan dan perluasan akses masyarakat pada pelayanan diagnosa dan pengobatan HIV/AIDS yang komprehensif dan bermutu untuk mencapai ending AIDS 2030,’’ ungkapnya.

Ia memaparkan, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Denpasar sampai Oktober 2020 jumlah kasus HIV dan AIDS yang tercatat di layanan kesehatan di Kota Denpasar berjumlah 10.182 kasus. Risiko penularan terbanyak saat ini adalah heteroseksual yaitu 70,3 persen kasus, homoseksual (20 persen), melalui penggunaan narkoba suntik (5,4 persen) dan dari ibu ke bayinya 2,2 persen.

‘’Sedangkan menurut golongan umur, kasus HIV terbanyak ditemukan pada usia-usia produktif yaitu; terbanyak ditemukan pada usia 20-29 tahun (41 persen), usia 30-39 tahun (33 persen), dan usia 40-49 tahun (13 persen),’’ jelasnya.

Tri Indarti bilang, mengakhiri HIV/AIDS terdapat 3 ukuran yakni pertama zero infeksi baru, pemerintah akan menekan infeksi baru seminimal mungkin tidak ada kasus baru. Ditargetkan sebanyak 90% orang dengan HIV/AIDS mengetahui statusnya.

Kedua zero kematian akibat HIV/AIDS, hal ini diukur dari 90% orang dengan HIV/AIDS diobati atau menjalani pengobatan ARV. Ketiga zero diskriminasi, yakni 90% orang dengan HIV/AIDS tidak merasa terdiskriminasi.

Subtema “Saya Berani, Saya Sehat”, dijelaskan Tri Indarti, orang-orang berisiko harus berani untuk tes HIV, jangan takut karena HIV itu ada obatnya. Jadi, orang yang terinfeksi jika mengonsumsi obat (HRV) dengan rutin, bisa beraktivitas, berkegiatan dan berproduktivitas. Ia menyebutkan, di Kota Denpasar ada 30 layanan yang bisa melaksanakan tes HIV, termasuk seluruh puskesmas di Denpasar.

Ia menambahkan penanganan HIV/AIDS harus menjadi komitmen bersama. Untuk sampai ke sana memang tidak bisa bekerja seperti pemadam kebakaran, sudah kejadian barulah bergerak, tetapi dimulai dari pencegahan penyakit menular pada perempuan usia produktif. ‘’Di sinilah pentingnya pendidikan seksual, memahami kesehatan reproduksi bagi remaja,’’ tegasnya. Sementara itu, rangkaian HAS 2020 di Denpasar digelar berbagai lomba, seperti lomba penyuluhan kreatif tingkat SMP, lomba vlog tingkat SMA/SMK serta sosialisasi dan donor darah. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.