Perhatikan Kesehatan Mental WBP, Lapas Tabanan Berikan Layanan Teh Rina

KEGIATAN layanan Teh Rina yang melibatkan seluruh WBP dan tahanan di Aula Candra Prabhawa Lapas Tabanan, Kamis (12/10/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan tahanan Lapas Kelas IIB Tabanan mengikuti kegiatan Layanan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina), yang dilaksanakan bekerja sama dengan Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Candra Prabhawa Lapas Tabanan, Kamis (12/10/2023). Pelaksanaan kegiatan The Rina ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Read More

Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, mengatakan bahwa kegiatan terapi ini bertujuan untuk memberikan suatu pelayanan pembinaan, pembimbingan, dan perawatan kesehatan mental bagi WBP.

“Kesehatan mental adalah sesuatu yang sangat penting, terlebih bagi teman-teman warga binaan yang sedang menjalani masa pidana di dalam lapas, yang mungkin stres, depresi, ataupun jenuh,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diawali dengan penyuluhan kesehatan, yang disampaikan oleh Psikiater dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.K.J., serta Residen dr. Rambu, dr. Alexandra, dan dr. Marianto. Topik yang disajikan adalah ‘Menjadi Versi Terbaikku Tanpa Zat’.

Dalam materi edukasi dijelaskan bahwa penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza), merupakan bentuk dari gangguan mental, yang dapat menyebabkan gangguan depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, skizofrenia, gangguan kepribadian, dan kecanduan zat lainnya.

Sri Wahyuni juga menyampaikan cara-cara untuk menjaga kesehatan mental. Di antaranya melakukan yoga atau olahraga yang teratur, mengkonsumsi makanan yang sehat, latihan pernapasan atau relaksasi, dan istirahat yang cukup.

“Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, yaitu dengan mengurangi kecemasan dengan olahraga secara teratur, mencoba meditasi, serta belajar keterampilan mengatasi tantangan hidup, sehingga itu dapat menumbuhkan kreativitas, citra diri yang positif, dan hubungan sosial yang lebih baik dengan orang lain,” jelasnya.

Usai penyuluhan kesehatan, dilanjutkan dengan sesi tanyajawab. Beberapa warga binaan aktif bertanya tentang hal-hal yang terkait dalam menjaga kesehatan mental mereka selama menjalani pidana di dalam lapas.

Selain sesi tanyajawab, juga diisi dengan ice breaking, dengan permainan-permainan yang memadukan gerakan dan konsentrasi warga binaan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat jadi sarana pembinaan kesehatan mental bagi WBP selama menjalani pembinaan di Lapas Tabanan. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.