POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMP Sapta Andika Denpasar secara konsisten memamerkan inovasi teknologi dan robotika karya siswa serta guru dalam berbagai festival pendidikan dan teknologi di Denpasar, termasuk di ajang Denpasar Education Festival (DEF) 2026. Kali ini, SMP Sapta Andika Denpasar menampilkan Tong Sampah Pemilah Logam dan Non-Logam.
Karya inovasi teknologi ini mendapat apresiasi luar biasa dari Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat mengunjungi stand SMP Sapta Andika Denpasar, Rabu (6/5/2026). DEF berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Mei 2026 di Dharma Negara Alaya Denpasar.
“Suksma pak wakil, pak kadis dan bu sekdis sampun simpang,” tulis Kepala SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, di Grup WhatsApp.
Ia mengutarakan, tong sampah pemilah logam dibuat untuk memilah sampah logam dengan sampah lainnya. Hal ini dibuat untuk mempermudah proses daur ulang sampah, menghemat waktu untuk pemilahan serta mengikuti kebijakan Gubernur No. 47 Tahun 2019 yaitu pengolahan sampah berbasis sumber.
“Sampah anorganik ini bisa diolah lagi menjadi barang yang lebih berguna,” ujarnya.
Eka Nuryada menjelaskan, komponen utama tempat sampah pemilah logam yaitu motor servo yang berfungsi untuk membuka tempat sampah, sensor logam mendeteksi adanya logam. “Ini adalah inovasi yang dirancang oleh SMP Sapta Andika untuk mengikuti instruksi gubernur,” ujarnya.
Dijelaskan, pola kerja tempat sampah pemilah logam adalah sampah logam di dekatkan dengan sensor logam penutup tempat sampah terbuka, kalau bukan logam misalnya plastik atau kertas didekatkan ke sensor logam, penutup sampah tidak bisa terbuka.
“Kesimpulan alat sensor ini adalah hanya sampah berupa logam saja bisa terbuang ke tempat sampah, dimana nantinya sampah yang berupa logam akan diola lagi menjadi barang yang bermanfaat,” ujarnya menjelaskan.
SMP Sapta Andika secara rutin tampil di ajang DEF dan DTIK Festival Kota Denpasar. Tahun lalu, tim robotika SMP Sapta Andika menampilkan berbagai hasil kreasi robotika, termasuk soccer robot dan alat otomatis.
SMP Sapta Andika Denpasar adalah satu-satunya sekolah di Denpasar yang berhasil memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI atas aplikasi pembelajaran berbasis digital bernama Melanoid. Pengakuan ini menjadikan SMP Sapta Andika sebagai satu-satunya sekolah di Bali yang memperoleh HAKI untuk inovasi teknologi pendidikan.
SMP Sapta Andika Denpasar, yang berlokasi di Jalan Gn. Patuha Gg.V No. 19, Jl. Gn. Patuha XIV No.25, Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, dikenal memiliki keunggulan di bidang robotik, sistem pembelajaran berbasis digital, dan bahasa Jepang.
“Sejak awal SMP Sapta Andika berdiri memang mengutamakan pendidikan berkualitas dengan biaya pendidikan terjangkau,” tandasnya Eka Nuryada. tra
























