FIBA: Kerja Sama dengan Perbasi Makin Erat Bangun Ekosistem Olahraga

CHIEF Operating Officer (COO) FIBA Patrick Mariller (tengah) dan Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestle Indonesia Alaa Shaaban (kiri), melakukan penandatanganan MoU, di Kantor FIBA Perwakilan Indonesia, Jakarta, Rabu (6/5/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Chief Operating Officer (COO) FIBA Patrick Mariller mengatakan bahwa kerja sama dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), baik di pusat maupun daerah semakin erat guna membangun ekosistem olahraga di Tanah Air.

Menurut dia, penguatan itu dibuktikan melalui banyaknya program pembinaan berkelanjutan yang menyasar sekolah dan komunitas di berbagai daerah Indonesia, serta penyelenggaraan ajang internasional.

Read More

“Di Indonesia, kami juga berharap untuk terus menciptakan program dengan anak-anak dan sekolah yang membantu pengembangan pendidikan melalui olahraga,” kata Mariller saat mengikuti kegiatan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Nestle MILO untuk program Basketball for Good, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dia menjelaskan, Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan bola basket berbasis masyarakat, terutama melalui pendekatan pendidikan dan keterlibatan generasi muda sejak usia dini.

Program yang berkolaborasi dengan Perbasi dan swasta tersebut telah dijalankan secara luas di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kini, lanjut dia, usaha itu terus berlanjut untuk tahun 2026 dan diharapkan tetap dilaksanakan pada masa selanjutnya.

”Kolaborasi dengan Perbasi menjadi kunci keberlanjutan karena organisasi tersebut memiliki jaringan hingga ke daerah, sehingga pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan dapat berjalan efektif dan merata,” ujar Mariller, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

FIBA ingin memastikan bahwa upaya pembangunan bola basket tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga membentuk karakter, pendidikan, serta nilai sosial di kalangan pelajar dan komunitas.

COO FIBA itu berharap kerja sama lintas sektor diharapkan mampu memperkuat fondasi ekosistem bola basket di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya talenta muda yang kompetitif di level internasional.

Sementara itu, FIBA membangun kolaborasi strategis bersama Nestle MILO lewat program Basketball for Good, yang menyasar pengembangan akar rumput dan pembentukan karakter generasi muda di Indonesia.

Program itu menjadi bagian dari inisiatif global berbasis sport for development and peace (SDP) yang tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan keterampilan bermain, tetapi juga penguatan aspek mental, sosial, dan gaya hidup sehat.

Implementasi program akan berlangsung pada Mei hingga Oktober 2026, dengan target menjangkau 100 sekolah dasar (SD) di sejumlah wilayah, termasuk Tangerang (Banten), Makassar (Sulawesi Selatan), Lubuk Linggau (Sumatera Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara, dan Samarinda (Kalimantan Timur).

Sebanyak 100 guru olahraga akan mendapatkan training of teachers (ToT) sebelum mengajarkan kurikulum berbasis Basketball for Good kepada lebih dari tiga ribu siswa melalui berbagai aktivitas seperti permainan, latihan kelincahan, dan edukasi kesehatan. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.