POSMERDEKA.COM, TABANAN – Lapas Kelas IIB Tabanan memberi pelatihan pangkas rambut kepada warga binaan, sebagai bekal keterampilan praktis dan aplikatif, dan juga sebagai bekal kemandirian setelah bebas, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini jadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian dalam mempersiapkan warga binaan, menghadapi reintegrasi sosial secara produktif.
Pelatihan ini menghadirkan instruktur dari Yayasan Putra Pemenang (YPP) Bali, dan diikuti oleh warga binaan. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup teknik dasar memangkas rambut, tetapi juga pemahaman tentang pelayanan dan peluang usaha.
Kalapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan, pembinaan kemandirian merupakan aspek penting dalam proses reintegrasi sosial. Pembinaan kemandirian jadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial. “Kami berupaya memberikan pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif, agar dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah mereka bebas,” ungkapnya.
Kepala Sub. Seksi Kegiatan Kerja, Made Dwitya Bhargo, mengatakan, pelaksanaan pelatihan disesuaikan dengan minat dan bakat warga binaan. “Kegiatan ini kami sesuaikan dengan potensi yang dimiliki warga binaan, sehingga keterampilan yang diperoleh bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Instruktur dari YPP Bali, Cris, menyampaikan, pelatihan pangkas rambut juga berperan dalam membangun kepercayaan diri warga binaan. “Keterampilan ini tidak hanya memberi kemampuan teknis, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan mental untuk mengubah jadi pribadi yang lebih baik,” ujar Cris.
Salah satu warga binaan, Rio, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut, dan berharap keterampilan yang didapat dapat jadi bekal setelah bebas. “Saya senang bisa ikut pelatihan ini. Semoga keterampilan ini nanti bisa saya gunakan untuk bekerja dan memulai hidup yang lebih baik pada masa depan,” ujarnya. gap
























