Penyebar Video Mesum di Tegallalang Diringkus, Polisi Pastikan Pemerannya Pelajar

  • Whatsapp
KASATRESKRIM Polres Gianyar, AKP Laorens. Foto: adi
KASATRESKRIM Polres Gianyar, AKP Laorens. Foto: adi

GIANYAR – Polres Gianyar gerak cepat melacak pelaku penyebar video adegan mesum pelajar SMK di Gianyar, yang sempat viral pekan lalu. Pelaku berinisial WA (21) diringkus di rumahnya, Minggu (7/11/2021) malam, dan kini mendekam di jeruji besi Polres Gianyar. WA dijerat pasal terkait merekam dan menyebarkan tindakan pornografi dengan ancaman enam tahun penjara. 

Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Laorens, Senin (8/11/2021) berujar jajarannya menangkap pelaku penyebar dan perekam video itu. WA ditangkap di rumahnya di Banjar Apuh, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. “Ini sudah ditahan di sini, ancaman kurungan penjara enam tahun atau denda 1 miliar,” serunya. 

Bacaan Lainnya

Dia mengungkapkan, perekaman tersebut bermula saat WA keluar dari rumah melihat ada orang mencurigakan di sebuah gudang kosong, berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Setelah memastikan “hal mencurigakan” itu adalah pelajar yang sedang berhubungan suami-istri, WA bergegas merekamnya.

Awalnya video itu disebarkan di grup WhatsApp anak-anak di kampungnya. Dari sana, postingan pun meluas. “Lokasi terjadinya tindakan tersebut di gudang kosong. Dan, memang di sana kerap menjadi tempat pacaran dan nongkrong anak-anak muda. Rumah pelaku ini hanya berjarak 100 meter dari sana, begitu keluar rumah sudah langsung kelihatan,” urai Laorens.

Baca juga :  Ketua DPD Nasdem Tabanan Berpulang

Mengenai pemeran dalam video tersebut, dia menyebut masih dilakukan penyelidikan. “Artis dalam video tersebut masih berstatus pelajar, dengan usia perempuan 17 tahun dan 16 tahun yang laki-laki,” jelasnya.

Laorens mendaku tidak menangkap pemeran dalam video tersebut, karena dalam menetapkan mereka sebagai tersangka butuhkan kajian dari berbagai pihak. Misalnya dilakukan Badan Pemasyarakatan (Bapas) atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2). “Nanti pertanggungjawaban mereka tentu ada penelitian dari Bapas atau P2TP2,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.