Penjual Atribut Merah Putih Sepi Pembeli

  • Whatsapp
PENJUAL atribut merah putih musiman di Bangli, sepi pembeli, dan penurunan omzet menyentuh sampai 95 persen. Foto: gia
PENJUAL atribut merah putih musiman di Bangli, sepi pembeli, dan penurunan omzet menyentuh sampai 95 persen. Foto: gia

BANGLI – Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI biasanya nuansa warna merah putih sangat semarak. Sayang, pandemi Covid-19 “merampas” kemeriahan itu, dan muramnya suasana menyambut HUT ke-76 berdirinya Republik Indonesia itu sangat dirasakan penjual atribut merah putih musiman di Bangli. Barang dagangan mereka sepi pembeli, dan penurunan omzet menyentuh sampai 95 persen. 

Fahrul, penjual bendera asal Bandung, Senin (9/8/2021) menuturkan, barang dagangannya jarang dilirik pembeli. Anjloknya penjualan bahkan lebih sepi daripada tahun lalu. “Sekarang bener-bener sepi sekali, sudah tiga hari saya belum dapat jualan satupun. Tahun lalu masih ada dua sampai lima orang per hari beli bendera dan hiasan lainnya, tapi sekarang satupun tidak ada,” keluhnya ditemui di tempatnya mangkal.

Bacaan Lainnya

Dalam situasi normal sebelum pandemi, dia mendaku biasanya barang dagangan sudah habis terjual dengan omzet Rp200 ribu sampai Rp400 ribu sehari. Biasanya yang paling banyak dicari hiasan bendera merah putih untuk di depan rumah, umbul-umbul dan hiasan perkantoran. Namun, tapi sekarang yang laku bisa dihitung dengan jari.

Kondisi ini, menurutnya, terjadi lantaran masih dalam suasana pandemi dan penerapan PPKM. Karena itu tidak ada yang membuat acara serta lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan. “Sebelum pandemi kan banyak lomba-lomba, kebutuhan atribut merah putih banyak, jadinya rame. Sekarang mungkin karena pandemi dan PPKM jadi tidak ada lomba, makanya sepi,” pungkasnya. gia

Baca juga :  Kembali Pasien Covid-19 di Bali yang Sembuh Melonjak 138 Orang, Denpasar Terbanyak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.