Pendukung Jaya Wibawa Turunkan Baliho Liar, Bawaslu Dorong Pihak Lain Mencontoh

  • Whatsapp
SATPOL PP Denpasar menertibkan baliho liar paslon di luar yang difasilitasi KPU Denpasar di kawasan Renon, Denpasar, beberapa waktu lalu. Foto: Ist
SATPOL PP Denpasar menertibkan baliho liar paslon di luar yang difasilitasi KPU Denpasar di kawasan Renon, Denpasar, beberapa waktu lalu. foto: Ist

DENPASAR – Gencarnya penertiban baliho liar paslon Pilkada Denpasar oleh Satpol PP Denpasar ternyata memberi efek untuk menghadirkan kesadaran bagi sebagian pihak yang “merasa” melanggar. Salah satunya Ketua Komisi III DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana.

Baliho dukungan untuk paslon nomor urut 1, Jaya Wibawa, berukuran 4×6 meter yang dipasang di depan rumahnya, Puri Gerenceng, Denpasar itu diturunkan sendiri. Uniknya, justru baliho paslon Amerta dengan ukuran lebih kecil yang dipasang bersebelahan di lokasi yang sama tetap nangkring di sana.

Bacaan Lainnya

Ardhana yang dimintai komentar atas “lenyapnya” baliho itu, Selasa (3/11/2020) menuturkan, penurunan dilakukan atas inisiatif sendiri. “Tidak ada yang menyuruh, saya dengan kesadaran sendiri menurunkan. Prinsipnya, kami sebagai pendukung paslon Jaya Wibawa serius untuk taat aturan. Khusus untuk di depan puri itu memang saya pribadi yang pasang,” sebut politisi PDIP tersebut.

Tidak hanya yang di depan rumah, Ardhana berkata baliho berisi gambar dirinya yang dipasang relawan dan anak ranting juga ikut diturunkan. Total ada 25 baliho, dan dia menyebut nyaris semua diturunkan. Ardhana menyebut “nyaris semua”, karena sejauh dia ketahui untuk di jalan protokol tidak ada lagi baliho yang dia fasilitasi. Namun, dia sepertinya tidak tahu ada sebagian baliho yang dia fasilitasi ikut kena “garuk” penertiban Satpol PP pekan lalu.

Baca juga :  Dipukul Corona, Usaha Pembuatan Perahu Cepat Kurangi Karyawan

Disinggung masih ada baliho paslon Amerta yang dipasang di depan rumahnya, Ardhana menolak berkomentar. Dia menyarankan menanyakan hal itu langsung kepada yang memasang, tapi dia mendaku tidak tahu siapa yang memasang. “Yang jelas ketika saya mendapat informasi akan dilakukan penertiban, baliho saya segera saya turunkan. Tidak tahu yang lain,” elaknya.

Didesak apakah dia merasa tidak adil ketika menurunkan sendiri tapi pihak lain tidak berbuat sama, lagi-lagi vokalis DPRD Bali ini menolak komentar. “Itu bukan urusan saya, kok tanya ke saya? Sebagai pendukung Jaya Wibawa, ya saya bicara konteks kandidat yang diusung partai saya. Jangan mancing-mancing ah,” kelitnya tertawa.

Ketua Bawaslu Denpasar, Putu Arnata, yang dimintai tanggapan ada pihak menurunkan sendiri baliho di luar difasilitasi KPU itu, melayangkan apresiasi atas inisiatif semacam itu. “Menurunkan sendiri alat peraga yang melanggar itu merupakan langkah bagus dan bijak. Kami sangat mengapresiasi adanya upaya seperti itu,” cetus komisioner yang akrab disapa Sipo tersebut.

Dia pribadi berharap langkah serupa dapat diimitasi dan dieksekusi semua pihak yang memasang baliho liar. Meski Satpol PP dan Bawaslu melakukan penertiban, bagi dia, tentu lebih baik jika kesadaran mengambil langkah serupa turut dijalankan pihak lain. “Penertiban itu semata-mata untuk menjaga estetika Kota Denpasar, selain juga merupakan bagian langkah tertib aturan pilkada,” urainya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.