Penanganan Gepeng yang Terjaring Terbentur Sistem di Dinas Sosial

  • Whatsapp
GEPENG yang terjaring sidak Satpol PP BKO Kuta, belum lama ini. Foto: ist
GEPENG yang terjaring sidak Satpol PP BKO Kuta, belum lama ini. Foto: ist

MANGUPURA – Selama masa pandemi Covid-19 upaya penanganan gepeng yang dilakukan petugas Satpol PP Badung ternyata terbentur sistem yang diberlakukan Dinas Sosial (Dinsos) Badung. Sistem yang dimaksud adalah menyangkut perbedaan jam operasional antara serah terima penanganan gepeng dengan temuan gepeng.  Selain itu, para gepeng yang terjaring razia itu konon diwajibkan mendapatkan rapid test (tes cepat) sebelum diserahterimakan ke Dinas Sosial.

Kasatpol PP Badung,  IGAK Suryanegara, dikonfirmasi via telepon, Selasa (17/11/2020) mengatakan, memang kendala yang dihadapi dalam menyikapi temuan gepeng yang belakangan ini  kembali marak terjaring razia, utamanya di wilayah Kecamatan Kuta. Dimana proses serah terima gepeng antara Satpol PP dengam Dinas Sosial kendala yang dihadapi sejak dulu, karena menyangkut perbedaan jam operasional antar dinas terkait.

Bacaan Lainnya

‘’Biasanya gepeng itu kebanyakan terjaring pada malam hari. Setelah ditangkap dan didata, mereka kemudian harusnya kami bawa ke Dinas Soial untuk serah terima penanganan. Tapi Dinas Sosial sendiri jam kerjanya tidak 24 jam,” kata Surya Negara.

Belakangan ini hal tersebut kembali menemui kendala terkait dengan persyaratan agar gepeng tersebut harus di tes cepat sebelum diserahkan ke Dinas Sosial. Hal diberlakukan untuk memastikan agar mereka tersebut tidak terpapar Covid-19.

Baca juga :  Pasukan Biru masih Temukan Banyak Ini di Sungai

Kondisi itu diakuinya menjadi tantangan, karena proses serah terima menjadi sangat panjang, sedangkan jam operasional Dinas Sosial terbatas. ‘’Jadi gepeng itu harus kami ajak ke Puskesmas dahulu untuk menjalani test rapid, baru kemudian kami serahkan kepada Dinas Sosial,” ujarnya

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Badung, I Nyoman Rai Dyatmika, juga membenarkan mekanisme tersebut. Dimana persyaratan agar gepeng tersebut diserahterimakan setelah dilakukan tes cepat merupakan petunjuk dari Pemerintah Provinsi Bali.

Selain itu petugas yang mengantar gepeng juga wajib menjalani tes cepat. Sementara menyangkut permasalah perbedaan jam operasional serah terima penanganan gepeng antara Dinas Sosial dengan Satpol PP, pihaknya mengaku sempat mengusulkan aga bisa dibangun rumah singgah.

Dengan begitu gepeng yang diamankan malam hari bisa diserah terimakan di sana. Sayang hal itu belum bisa realisasi.  “Kalau ada penangkapan gepeng dalam jumlah banyak di malam hari, kita biasanya gunakan kantor sebagai rumah singgah. Kemudian besok paginya, baru kami antar,” tutupnya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.