Abrasi Pantai Kuta Diduga Akibat Reklamasi Bandara

  • Whatsapp
KONDISI abrasi Pantai Kuta yang kian parah. Foto: ist
KONDISI abrasi Pantai Kuta yang kian parah. Foto: ist

MANGUPURA – Sapuan ombak yang belakangan intens terjadi di Pantai Kuta membuat pantai tergerus abrasi parah. Selain membuat pohon perindang bertumbangan, kondisi pantai dengan hamparan pasir putih tersebut kini tak terawat. Masyarakat Kuta mencurigai kondisi ini dampak proyek reklamasi perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebab, sebelum perluasan bandara, Pantai Kuta belum pernah dilanda abrasi separah saat ini.

Ketua Satgas Pengelola Pantai Desa Adat Kuta, Wayan Sirna, mengatakan, kondisi abrasi saat ini cukup parah jika dibandingkan dengan abrasi yang pernah terjadi di Pantai Kuta sebelumnya. Sejak 15 November 2020, gelombang pasang rutin menggerus Pantai Kuta.

Bacaan Lainnya

Ia memperkirakan ada sekitar 3 meter bibir pantai yang tergerus abrasi. “Sejauh ini sepengetahuan saya belum ada instansi terkait yang datang melakukan pengecekan ke lokasi abrasi. Baik dari Pemerintah Kabupaten Badung maupun Balai Wilayah Sungai,” ujarnya, Selasa (17/11/2020).

Sementara Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, tidak menampik kecurigaan memang muncul di masyarakat. Namun hal itu perlu diteliti untuk memastikan, agar kecurigaan tersebut jangan sampai mengarah kepada tuduhan. Pihaknya menyadari proyek pelebaran bandara dilakukan demi perkembangan pariwisata Bali ke depan.

“Kami minta pihak bandara bisa melakukan pengecekan ini. Apalagi itu sudah pernah ditekankan ketika sosialisasi jelang pelaksanaan proyek. Jika suatu saat nanti ternyata terjadi abrasi akibat proyek itu, tolong kami diperhatikan, dan itu sudah disanggupi pihak bandara,” kata Wasista.

Baca juga :  DPT di Bangli Turun 690 Orang

Menanggapi hal itu, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, menjelaskan, tahap perencaanan pekerjaan reklamasi itu telah analisa dampak lingkungan. Dari hasil studi tersebut telah diterima dan disahkan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan bukti terbitnya surat izin lingkungan.

Hal itu dipastikan telah dilakukan oleh pihak independen dari Universitas Udayana, dimana dari monitoring  tidak mengindikasikan adanya pencemaran ataupun gangguan lingkungan. “Pihak independen atau tim ahli selalu melakukan pengawasan dan monitoring di sekitar pekerjaan reklamasi untuk melihat dampaknya. Hingga saat ini, tim ahli tidak menyampaikan reklamasi berdampak abrasi,” katanya. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.