Pemkab Bangli Ajak Warga Olah Sampah untuk Ekonomi, Siapkan Sanksi untuk Pembuang Sampah Sembarangan

DINAS PU Perkim menyewa petugas penggelontor untuk membersihkan gorong-gorong di belakang BDI sebagai biang kerok tersumbatnya drainase yang mengakibatkan jebol. Foto: ist

BANGLI – Menindaklanjuti jebolnya drainase di barat laut Alun-alun Bangli dampak dari meluapnya air dibarengi sampah berbagai macam, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menggelar rapat bersama jajarannya di rumah jabatan Bupati, Selasa (21/6/2022).

Hadir dalam kesempatan itu Kadis DLH, BKPAD, Tim Percepatan Pembangunan, enam kepala lingkungan Kaling Kawan, Blungbang, Pule, Bebalang, Pande dan Cempaga.

Bacaan Lainnya

Sekda Bangli, Ida Bagus Gede Giri Putra, usai rapat menyampaikan, menangani masalah banjir kemarin, Pemkab akan membuat master plan keseluruhan.

Terutama pembagian air hulu akan dibuatkan sekat titik-titik pembagian, misalnya di Dusun Kayang dibawa ke Tukad Melangit, di Kelurahan Kubu airnya akan dibagi. Karena belum terjadi normalisasi, makanya air perlu diatur.

“Nanti kalau lahan khusus pelepasan air itu yang mengenai lahan warga, perlu ada membuat irigasi. Jika tidak dibuatkan gorong-gorong, tanah orang akan tergerus,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan kepada para kepala lingkungan, terutama di daerah Kota, perlu mengedukasi warganya bagaimana mengelola sampah berbasis sumber sesuai SK Gubernur yang dilaksanakan di daerah. Misalnya mengedukasi warga agar sampah tidak masuk ke gorong-gorong.

Agar tidak saling menyalahkan, sebutnya, Bupati akan merencanakan pembuatan sekat-sekat besi. Dengan begitu semua bisa melihat kalau di tempat itu sampai tertutup sampah, pasti akan tahu dari mana asalnya.

“Nanti kita edukasi titik-titik pengambilan sampah, sehingga DLH cepat bisa mengambil sampah, tidak lagi harus menelusuri. Kita juga ingin ada sanksi kepada masyarakat, diawali dengan teguran, kepala lingkungan sebagai perwakilan yang ada di lingkungan ini yang bisa digerakkan nanti,” serunya.

Disinggung terkait akan dibuatkan pararem, Giri Putra mengatakan akan ada rapat dengan mengundang MDA. Dengan begitu antardesa adat dan sebagainya tidak saling menyalahkan. Intinya, kata dia, bagaimana mengelola sampah agar bisa memberi nilai lebih pada kehidupan masyarakat.

Pun sampah itu tidak ke mana-mana, jadi bisa diolah untuk kepentingan ekonomi. “Jika masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan, ini berarti masyarakat belum sadar,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses