BANGLI – Pembangunan kantor Desa Tamanbali mangkrak selama dua tahun, karena kucuran Alokasi Dana Desa (ADD) tersendat sebagai imbas pandemi Covid-19. Berhubung sampai sekarang kelanjutan pembangunan belum jelas, Desa Tamanbali masih meminjam gedung Perpustakaan Desa untuk kantor. Hanya, kondisi bangunan perpustakaan juga lapuk dimakan rayap.
Perbekel Desa Tamanbali, I Nyoman Suargita; didampingi Sekretaris Desa AA Ayu Candra Dewi, Kamis (8/9/2022) mengakui kondisi kantornya sudah tua. Dia berharap Pemkab Bangli memberi anggaran lebih untuk melanjutkan pembangunan kantor desa yang dibangun tahun 2018 lalu.
“Kami masih meminjam gedung perpustakaan untuk kantor. Selain tidak representatif, bangunan gedung juga mulai lapuk dan beberapa bagian dimakan rayap,” tuturnya.
Harapan agar Pemkab menganggarkan kelanjutan pembangunan, sebutnya, mengingat saat ini pendapatan asli desa untuk Desa Tamanbali masih sangat minim.
Candra Dewi menambahkan, pembangunan kantor Desa Tamanbali dilakukan sejak tahun 2018. Saat itu Pemdes Tamanbali mendapat kucuran anggaran Rp500 juta lebih dari Pemkab Bangli melalui ADD.
Namun pada tahun 2020 dan 2021 tidak lagi mendapat ADD untuk kelanjutan pembangunan kantor, sebagai dampak pandemi Covid-19, karena anggaran kena refocusing.
Mengenai kelanjutan pembangunan, dia mendaku tahun 2023 telah merencanakan kelanjutan untuk finishing dan tembok penyengker. Namun, hal itu baru sebatas perencanaan, dan masih menunggu kucuran anggaran dari daerah. “Kami berharap tahun ini dapat kucuran ADD yang cukup untuk pembangunan gedung tersebut,” harapnya. gia
























