BANGLI – Pembangunan gedung DPRD Bangli masih berjalan. Hingga minggu ketiga Oktober progres pekerjaan di angka 55 persen. Diharapkan pembangunan gedung Dewan bisa tuntas awal bulan Desember 2022.
Hal tersebut terungkap dalam sidak pembangunan gedung Dewan oleh anggota DPRD Bangli bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Rabu (19/10/2022).
Hadir dalam sidak itu, Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika; Komisi III, I Made Natis, I Wayan Kariasa, I Gusti Nyoman Bagus Triana Putra, Gede Tindih; Ketua Komisi I, Satria Yudha; dan Ketua Komisi II, Ketut Mastrem.
Setelah melakukan peninjauan ke masing-masing ruangan, anggota Komisi III DPRD Bangli, I Wayan Kariasa, mengungkapkan dari keterangan konsultan pengawas disebutkan progres pekerjaan di angka 55 persen atau alami kemajuan 11 persen.
Artinya masih ada sisa pekerjaan lagi 45 persen. Dengan terjaganya kecepatan kerja pihaknya berkeyakinan pembangunan gedung bisa kelar tepat waktu.
Pihaknya juga telah berikan saran kepada pihak kontraktor yakni seminggu sebelum kontrak berakhir gedung sudah bersih. Pihaknya juga meninggung soal penataan taman yakni progress pekerjaan baru diangka 0,7 persen dari sekejul 3 persen lebih.
Untuk penataan taman pihaknya menganjurkan agar pihak rekanan menambah jumlah tenaga. ”Kalau gunakan tenaga yang ada sekarang ada tentu akan mengganggu pekerjaan yang lain, maka perlu tenaga baru lagi,” ungkapnya.
Ditemui di sela-sela sidak Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, mengatakan untuk pembangunan gedung Dewan, pemerintah daerah alokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar lebih. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap. ”Tahap awal pembangunan kontruksi dan sekarang dilanjutkan dengan finishing serta pemenuhan isi kantor,” ujarnya.
Dari hasil pengamatan, proses pembangunan sudah berjalan sesuai perencanaan dan progres pekerjaan di angka 55 persen dari target 44 persen atau deviasi 11 persen.
Pihak rekanan juga memiliki komitmen untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum kontrak. ”Harapan kita semua awal Desember gedung ini bisa di-pelaspas dan sudah bisa langsungkan rapat perdana,” kata Bupati.
Menurut Bupati Sedana Arta pembangunan gedung ini sebagai bentuk jawabab atas aspirasi masyarakat yang ingin miliki rumah rakyat yang representatif. ”Aspirasi sejatinya sudah muncul sejak 10 tahun dan baru tahun ini bisa terealisasi,” jelasnya. gia
























