Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida Siap Ditambah Fasilitas Pendukung

  • Whatsapp
KONDISI pembangunan Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida di Kabupaten Klungkung yang mencapai 51 persen. Foto: ist
KONDISI pembangunan Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida di Kabupaten Klungkung yang mencapai 51 persen. Foto: ist

KLUNGKUNG – Pengembangan pembangunan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Klungkung, Bali dengan menyediakan fasilitas pendukung di areal Pelabuhan, mulai menjadi agenda program lanjutan Pemprov Bali di pulau wilayah Kabupaten Klungkung itu.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta; bersama Ketua DPRD Klungkung, AA Gde Anom; dan Sekda Klungkung, Gde Putu Winastra, telah menunjuk beberapa lahan tanah di sekitar pelabuhan yang akan digunakan menyediakan fasilitas pendukung.

Bacaan Lainnya

Kepastian itu terkuak saat Gubernur Bali, Wayan Koster; bersama Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), dan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meninjau pembangunan Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida. Peninjauan dilakukan di sela-sela persembahyangan piodalan di Pura Dalem Penataran Ped dan di Pura Ratu Gede, Nusa Penida, Rabu (13/11/2021).

Tidak banyak informasi yang disampaikan Koster terkait rencana pembangunan fasilitas pendukung di sekitar Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida itu. Hanya, dia menginformasikan pembangunan pelabuhan tersebut kini mencapai 51 persen, dan direncanakan selesai paling lambat Agustus 2021 ini.

“Saya melihat langsung pencapaian pembangunan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida yang mulai dikerjakan pada Agustus 2020 lalu sudah sesuai rencana. Laporan yang saya terima dari pelaksana, pembangunan mencapai 51 persen,” sebutnya dalam kunjungan yang didampingi Kapolda Bali, Irjen Putu Jayan Danu Putra; Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunartha; Bupati dan Ketua DPRD Klungkung.

Baca juga :  Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh 127, Kasus Positif 123, Meninggal Dunia Bertambah 3 Orang

Menurut Koster, anggaran pembangunan pelabuhan itu dia perjuangkan ke pemerintah pusat dengan APBN dari Kementerian Perhubungan ke Bali. Yang menggembirakan, nilainya mengalami peningkatan. Sebelumnya dianggarkan Rp82 miliar, kemudian anggaran dinaikkan menjadi Rp 85 miliar.

Program infrastruktur yang diperjuangkan Koster melalui APBN Kementerian Perhubungan, selain untuk membangun dermaga, juga menata kawasan secara terintegrasi untuk mengembangkan pusat perekonomian di Nusa Penida. Termasuk membuat layanan transportasi yang layak bagi masyarakat.

Dengan melihat antusiasnya bantuan pemerintah pusat ke Bali untuk mewujudkan program prioritas pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi, Koster dalam kunjungan itu berpesan kepada pelaksana agar penggarapannya baik, cermat, dan berkualitas. Dia juga mengingatkan pelaksana melibatkan tenaga kerja dari warga Nusa Penida, agar memberi manfaat optimal bagi masyarakat lokal dalam masa pandemi Covid-19 ini. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.