Pekarangan Pangan Lestari Jaga Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
DINAS Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menggencarkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. foto: ist

BANGLI – Berbagai inovasi dijalankan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Salah satu program yang kini digencarkan yakni Pekarangan Pangan Lestari (P2L), dengan menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di sejumlah wilayah di Bangli. Tiap KWT diberi anggaran Rp50 juta.

Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, Senin (3/5/2021) mengatakan, tujuan program itu memaksimalkan lahan pekarangan untuk sumber pangan dan meningkatkan gizi keluarga. “Belakangan ini banyak pekarangan warga tidak dimanfaatkan secara optimal. Lewat program ini, kami ingin menggugah kesadaran masyarakat untuk bisa memanfaatkan pekarangan secara optimal,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut diuraikan, P2L berupa kebun bibit, demplot pekarangan, dan penanganan setelah panen. Untuk tahun 2020, kegiatan dilaksanakan di 13 KWT. Alokasi anggaran setiap KWT mencapai Rp50 juta, dengan rincian anggaran kebun bibit Rp15 juta, demplot Rp9,5 juta, pemanfaatan lahan pekarangan Rp23 juta, dan penanganan pascapanen Rp2,5 juta.

Dia berharap kegiatan ini bisa dilakukan berkelanjutan oleh masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan, pun meningkatkan gizi masyarakat lewat pemanfaatan pekarangan.

Baca juga :  Pemerintah Siapkan Skenario Kembali Produktif di Tengah Pandemi Covid-19

Pada tahun 2021, sambungnya, ada empat KWT penumbuhan reguler, 10 KWT aspirasi, dan dua kelompok dari DAKNF dan 13 KWT pengembangan dengan dana Rp15 juta untuk setiap KWT.

Dana tersebut digunakan membuat bibit, sarana-prasarana, tanaman sayuran di demplot kelompok, dan tanaman pekarangan di anggota. “Jenis yang ditanam sayuran hasilnya dimanfaatkan untuk anggota. Yang berlebihan bisa diberikan ke tetangga atau dijual ke pasar,” ungkapnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.