Dukung Pengembangan Investasi, Menteri Suharso: Ketersediaan Energi di NTB Menjadi Penting

  • Whatsapp
MENTERI Bappenas Suharso Monoarfa (tengah) didampingi Gubernur Zulkieflimansyah saat meninjau Base Camp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol, Lombok Tengah, Senin (3/5/2021). foto: ist

MATARAM – Setelah mengunjungi Science Technology and Industrial Park (STIpark) NTB di Banyumulek, Kediri, Lombok Barat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, langsung meninjau Base Camp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol, Lombok Tengah, Senin (3/5/2021).

Dia didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah; Kepala Bank Indonesia Mataram, Heru Saptaji, dan Asisten II Bidang Prekonomian Ridwansyah.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan singkat ke salah satu PLTS di antara 4 PLTS yang dibangun di Lombok, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI mendapatkan penjelasan singkat dari Senior Enginer PLTS Sengkol, Wildan.

Menteri Suharso mengungkapkan, dengan adanya ketersediaan energi (listrik) yang cukup maka sudah dipastikan investasi di NTB dengan sendirinya akan akan berjalan dengan baik. Demikian juga program unggulan industrialisaasi yang dicetuskan Gubernur NTB dengan sendirinya akan terbantu dengan ketersediaan energi di NTB yang salah satunya yang tengah dikembangkan PLTS Sengkol ini.

Dikatakan, dalam mendukung upaya transisi menuju energi bersih besarnya potensi Indonesia dalam mengoptimalkan sumber Energy Bersih Terbarukan (EBT). Dengan ini diharapkan akan memperlihatkan kelayakan komersial pembiayaan yang bersifat terbatas proyek energi terbarukan dan membantu Indonesia membuka pasar energi terbarukan bagi sektor swasta.

Baca juga :  Polda Bali Bentuk Satgas Anti-Mafia Bola Tahap III

‘’Selain itu juga bisa meningkatkan dukungan bagi infrastruktur energi yang berkualitas dan berkelanjutan. Perkembangan energi bersih semakin menjanjikan, terutama didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya,” kata Suharso.

Ia mengakui, Indonesia memang perlu mempertimbangkan opsi-opsi pengembangan energi terbarukan yang berpotensi besar seperti PLTS, mulai dari skala besar hingga skala kecil. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan bahan bakar fosil tersebar di berbagai provinsi menjadi tantangan utama dalam mewujudkan transisi menuju energi bersih terbarukan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.