Pariwisata Nusa Penida Mulai Menggeliat

WISATAWAN harus berdiri saat menunggu angkutan penyeberangan, karena tak ada fasilitas duduk di dermaga Nusa Penida yang cukup megah. Foto: wby

DENPASAR – Nuansa kebangkitan ekonomi pariwisata Nusa Penida, setelah mati suri akibat didera pandemi Covid-19 selama dua tahun (2019-2021) jelas tampak dari arus wisatawan yang terus meningkat, ekonomi setempat pun mulai menggeliat.

Kesan itu tercatat saat penulis bersama tiga orang melakukan tirta yatra atau bersembahyang ke Pura Puncak Mundi dan Pura Dalem Peed di Nusa Penida. Bersyukur merasakan hawa sejuk di kawasan yang terkenal panas dan gersang. Karena kami menginap di salah satu vila yang ada di wilayah Puncak Mundi. Namanya puncak ya memang daerah ini pada malamnya udara cukup dingin.

Bacaan Lainnya

Katanya, Puncak Mundi tingginya dari permukaan laut sekitar 600 meter. Sepanjang perjalanan memang tanah nampak gersang, kering tapi ajaib semua tanaman tumbuh subur seperti pohon pisang, pohon kelapa, dan tanaman lainnya. Jadi sepanjang perjalanan udara cukup sejuk, sebab banyak tanaman perindang yang tumbuh subur.

Selama dua hari dan semalam berkunjung ke kawasan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, para wisatawan asing cukup banyak berseliweran di jalan-jalan. Ada yang berboncengan naik motor, lebih banyak yang berkeliling berjalan kaki.

Tempat penginapan mulai terisi dan restoran pun sudah mulai lagi dialiri dolar. Tentu warga Nusa Penida yang wilayahnya kering-krontang kembali nampak gembira yang sebelumnya selama dua tahun mereka mengkerutkan dahinya karena memendam kesedihan.

Kesibukan mulai terasa di pelabuhan yang menghubungkan Nusa Penida dengan daratan. Sejumlah boat cepat dengan bermesin 5 buah tampak datang-pergi, jalur penyeberangan pun riuh oleh mesin boat. Pengalaman ikut numpang berbaur dengan tamu asing.

Tercatat, waktu yang ditempuh dari pelabuhan darurat Kusamba menuju pelabuhan di Nusa Penida tidak lebih 20 menit. Pelabuhan di Nusa Penida kini cukup bagus. Wisatawan tampak merasa aman dan tenang saat naik-turun dari boat yang bisa mengangkut penumpang sekitar 70 orang.

Hanya sayang tempat menunggu atau tempat duduk di pelabuhan tersebut sangat darurat, kurang nyaman. Artinya tidak ada tempat duduk untuk menunggu yang representatif bagi penumpang yang akan berangkat menuju Kusamba atau ke Padangbai. Semoga menjadi perhatian otoritas atau instansi terkait. wby

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses