Pabrik Pengolahan Limbah Segera Hadir di Lombok Barat

  • Whatsapp
GUBERNUR Zulkieflimansyah saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan limbah di kawasan STIP Banyumulek, Lobar, Minggu (1/11/2020). Foto: ist
GUBERNUR Zulkieflimansyah saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan limbah di kawasan STIP Banyumulek, Lobar, Minggu (1/11/2020). Foto: ist

MATARAM – Pabrik Pengolahan Limbah akan hadir di NTB. Sekitar lima bulan ke depan, pabrik akan selesai di bangun di kawasan STIP Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).  Pada Minggu (1/11/2020), Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, meletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan limbah yang merupakan kerjasama antara perusahaan milik daerah BUMD PT Gerbang NTB Emas (GNE) dan PT Cervos Tekhnologi International (CTI).

Direktur Utama PT GNE, Samsul Hadi, menjelaskan, ke depannya pabrik tersebut akan mengolah limbah FABA (Fly Ash dan Buttom Ash). Yakni, limbah padat sisa pembakaran batu bara. FABA termasuk kategori limbah B3.

Bacaan Lainnya

‘’Adapun output dari pabrik ini berupa barang bernilai ekonomis tinggi seperti beton (precast beton) menjadi paving, kereb, udict, subtitusi untuk aspal dan bahan beton lainnya. Bertahap ke depannya juga akan diolah limbah domestik plastik,’’ kata Samsul.

Menurut dia, pembangunan pabrik pengolahan limbah ini juga sebagai upaya mendukung program zero waste yang digaungkan Pemprov NTB.  ‘’Sebuah ikhtiar kami PT GNE dengan PT Cervos Tekhnologi International untuk ikut membangun bisnis pengolahan limbah FABA serta pengembangan bisnis waste managment untuk menjadi bagian ikhtiar besar kita mewujudkan NTB zero waste,’’ ungkap Hadi.

Baca juga :  Dewan Minta Provider Bantu Jaringan Internet, Atasi Kendala Belajar Daring

Ia mengatakan, hingga kini, persoalan sampah di semua wilayah di NTB terus menjadi persoalan. Namun belum bisa tertangani dengan optimal.  Oleh karena itu, kata Hadi, dengan menggandeng perusahaan yang ahli di bidang limbah adalah salah satu opsi guna mengatasi masalah sampah agar mulai bisa tertangani dengan baik.

‘’Kewajiban kami di GNE selaku BUMD Pemprov NTB mencarikan solusinya. Kerjasama ini adalah cara kami ambil ilmunya untuk perlahan kita memahami secara utuh. Sehingga mudah kita kembangkan di masing-masing kabupaten/kota di NTB ke depannya,’’ jelas Hadi.

Gubernur Zulkieflimansyah menyambut positif pembangunan pabrik pengolahan limbah tersebut. Bahkan ia menyebut pembangunan pabrik akan rampung dalam lima bulan ke depan.

Menurut Bang Zul, pembangunan pabrik pengolahan limbah ini menjadi sinyal postif bagi daerah atas kepercayaan investor. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat agar mulai  mempersiapkan diri, sehingga akan bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan di NTB.

‘’Ikhtiar terus kita lakukan dengan menghadirkan investasi di tengah pandemi, hal ini tidak mudah namun alhamdulillah dengan berbagai kemudahan yang  kita tawarkan, investor mulai merealisasikan investasinya di tempat kita,’’ ujar Gubernur.

‘’Kita butuh investasi karena kita butuh untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat kita dan insya allah investasi-investasi lainnya segera akan bergulir di provinsi NTB yang kita cintai ini,’’ sambungnya.

Baca juga :  Redam Transmisi Lokal, Golkar Sebut Pemerintah Harus Mampu Disiplinkan PMI

Ke depan, menurut Bang Zul, juga akan di bangun juga sejumlah pabrik di NTB. Dengan kemudahan terhadap investor, iklim investasi di NTB di harapkan dapat berkembang dengan baik dan mendongkrak perekonomian daaerah.

‘’Setelah ini kita akan segera memulai pabrik pakan ternak untuk membantu pertanian, peternakan dan perikanan kita,’’ tandas Gubernur memungkasi. 031

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.