Oleh: Made Nariana
SEKALIPUN tanpa lawan, Calon Bupati Badung, Giri Prasta; bersama Ketut Suiasa (Giriasa) tetap semangat melakukan kampanye dalam masa kampanye menghadapi Pilkada Badung, 9 Desember 2020 ini. Mereka menyusuri semua desa adat di Badung, dan menjanjikan optimisme tinggi, sehingga membuat Badung makin hebat di masa kepemimpinan kedua kalinya, di wilayah ‘Bumi Keris’ itu.
Saya mengamati, di semua desa, pasangan Badung itu disambut dengan semangat dan bergembira, penuh kreativitas seni. Mereka disambut berbagai prosesi seni dengan kondisi terbatas, akibat menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Elit-elit desa, hanya boleh mengikuti kampanye tersebut sebanyak 40 orang, di sebuah bale banjar yang dihias begitu asri dan megah untuk menerima sang kandidat. Warga desa adat kelihatan semangat menerima calon pemimpinnya.
Dalam berbagai kesempatan Giri Prasta mengkampanyekan program lima tahun ke depan. Umumnya, tidak ada visi dan missi yang berbeda dengan apa yang sudah dijalankan selama ini bersama Ketut Suiasa.
Mereka mengatakan, akan meneruskan sejumlah program yang sudah berjalan selama ini. Prinsipnya masyarakat Badung dari begitu lahir, hidup sampai meninggal (mati) mendapat perhatian besar dari pemerintah Badung.
Ia mengajak para jomblo di Badung, jika punya pacar dari luar Badung, beritahu calon istrinya bahwa hidup di Badung cukup nikmat. Semua bidang kehidupan mendapat perhatian begitu besar dari Pemkab Badung. Sekolah gratis, kesehatan gratis, begitu tua mendapat gaji, berbagai tempat ibadah dibantu secukupnya, dan banyak hal dapat perhatian. Dengan demikian masyarakat yang menjalankan ibadah agamanya lebih ringan. Bahkan banyak warga desa tidak perlu ‘urunan’ setiap ada upacara keagamaan di Pura Khayangan Tiga (Desa, Puseh Dalem) dan dalam melaksanakan upacara pitra yadnya.
Giriasa memahami, setiap hari masyarakat Badung sibuk menjalankan ibadah keagamaan, seperti Purnama, Tilem, Buda Cemeng, Kliwon, Galungan, Kuningan, Nyepi, odalan di sejumlah Pura Khayangan, Pura Klen (soroh) dan banyak lagi upacara-upacara lain seperti kematian, ngaben, metatah, ngerit bersama, dan seterusnya. Semua diberikan perhatian selama ini oleh pemerintah.
Kalau saja tidak ada Covid-19 yang melanda dunia dan membuat semua negara di dunia ‘bangkrut’, pelaksanaan program buat rakyat Badung akan semakin hebat. Giriasa meyakini wabah Corona akan dan pasti berakhir.
Jika kondisi ekonomi Bali, khususnya Badung normal kembali, maka program pemerintah pro-rakyat akan terus berjalan. “Kami akan meneruskan membantu rakyat, sehingga rakyat Badung benar-benar hidup sejahtera,” kata Giri Prasta di berbagai kesempatan.
Kelihatan rakyat percaya, sebab secara pribadi banyak orang tahu, Pak Giri Prasta punya sifat pemurah dan tidak segan-segan merogoh uang saku pribadi membantu rakyat yang memerlukan.
Menghadapi Pilkada 9 Desember 2020 ini, mereka optimis akan menang besar, sebab rakyat tidak ada gunanya memilih kolom kosong. Dari komitmen tokoh-tokoh masyarakat adat yang mengikuti kampanye tersebut, saya mencatat, nampaknya rakyat Badung lebih kompak, kalau tidak boleh dikatakan semakin bulat.
Kini hanya diperlukan, bagaimana perwakilan masyarakat itu meneruskan kepada warga adatnya masing-masing supaya datang ke TPS saat pilkada nanti, dan mencoblos mana yang dijanjikan ketika sang kandidat kampanye selama beberapa bulan terakhir ini.
Kita tidak boleh mendahului kehendak rakyat pemilih. Mereka yang menentukan haknya dalam pemilihan tersebut. Warga yang rasional, pasti akan menentukan pilihan terbaik buat kemajuan warga Badung sendiri.
























